Lecehkan Keraton Yogyakarta, status George belum jelas

By  |  0 Comments

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sampai saat ini belum menetapkan status bagi George Junus Aditjondro yang dilaporkan Forum Masyarakat Yogyakarta karena dinilai telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Keraton Yogyakarta dan masyarakat Yogyakarta. “Sampai saat ini kami memang belum menetapkan status terhadap terlapor. Kami juga belum memanggil yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan,” kata Kadiv Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Anny Pudjiastuti, Minggu (18/12).
AKBP Any Pudjiastuti mengatakan, pihaknya saat ini masih memperdalam penyelidikan terkait laporan tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. “Kami terus melakukan penyelidikan untuk mencari bukti-bukti dan keterangan seperti yang dituduhkan pelapor. Saat ini yang sudah kami periksa diantaranya pelapor dari FMY, panitia penyelenggara diskusi serta bukti lain di lokasi diskusi,” katanya.
Ia mengatakan, setelah meminta keterangan dari para saksi dan pengumpulan barang bukti ini kami baru akan memanggil terlapor George Junus Aditjondro untuk dimintai keterangan. “Dari hasil pemeriksaan terhadap terlapor ini kami baru akan menentukan status terlapor, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka jika memenuhi cukup bukti, atau masih butuh bukti-bukti pendukung lagi. Yang jelas saat ini kami belum menetapkan status sebagai tersangka,” katanya.
Walau minta maaf
AKBP Anny mengatakan, pihaknya tidak akan menghentikan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini meskipun sudah ada upaya dari George Junus Aditjondro untuk menemui Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk meminta maaf.
“Proses tetap jalan terus, meskipun sudah ada permintaan maaf dari terlapor. Ini merupakan delik aduan dan pelapor juga tidak mencabut laporannya, sehingga proses hukum terus berjalan,” katanya.
Sebelumnya Forum Masyarakat Yogyakarta (FMY) mendatangi Polda DIY, Kamis (1/12) dan melaporkan George Junus Aditjondro lantaran dinilai menghina Keraton Yogyakarta melalui pernyataannya yang mengatakan “Jangan disamakan dengan Kerajaan Inggris, Keraton Yogyakarta hanya sekedar Keraton, Keraton itu ya Kera ditonton”.
Kalimat tersebut dikatakan George Junus Aditjondro pada diskusi publik bertema “Membedah Status Sultan Ground/Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta” di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Rabu (30/11). (Ant)

happywheels