Alex Noerdin akan dikonfirmasi KPK masalah Wisma Atlet

By  |  0 Comments

alex noerdin kopyah Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi memberi sinyal akan meminta keterangan lagi dari Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dalam kaitan penyelidikan baru kasus dugaan korupsi pengadaan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Tetapi, menurut mereka sampai saat ini belum menjadwalkan hari buat meminta keterangan Alex.
"Kalau diperlukan akan dikonfirmasi. Tapi sampai sekarang belum diperlukan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi S.P., dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4).
Kemarin, dalam penyelidikan itu, penyidik KPK memanggil mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar. Usai pemeriksaan, Deddy yang mengakui pernah menjadi Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek Wisma Atlet.
Deddy mengatakan Kemenpora pernah memberikan bantuan dana sebesar hampir Rp 200 miliar, kepada komite pembangunan proyek Wisma Atlet. Komite itu dibentuk oleh Alex Noerdin.
"Keterangan dia (DK) tentunya divalidasi dulu," ujar Johan.
Menurut Johan, dalam kaitan penyelidikan baru kasus Wisma Atlet itu sudah ada belasan saksi yang dimintai keterangan. Bahkan ada beberapa terpidana sudah ditanyai soal itu
"Ada Wafid Muharram (mantan Sesmenpora, Dudung Purwadi, Muhammad El Idris (eks Direktur Pemasaran PT Duta Graha Indah) pernah dimintai keterangan di penyelidikan. Alex Noerdin juga pernah dimintai keterangan terkait penyelidikan itu, tapi saya lupa waktunya kapan," ujar Johan.
Berdasarkan fakta persidangan kasus suap Wisma Atlet, Alex Noerdin tidak hanya disebut menerima jatah uang dari PT Duta Graha Indah. Dia juga dituding mengubah desain proyek dari yang mengakibatkan pergeseran spesifikasi bangunan dan anggaran. PT DGI adalah perusahaan pemenang tender proyek Wisma Atlet.
Dalam persidangan, mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, pernah mengatakan kader Partai Golkar itu meminta komisi dari proyek Wisma Atlet. Menurut Rosa, PT Duta Graha Indah, yang memenangi proyek senilai Rp 191 miliar, mencairkan jatah fee 2,5 persen untuk Gubernur Alex Noerdin. Pencairan dilakukan Mohamad El Idris. Kendati demikian, Alex dalam berbagai kesempatan kerap membantah terlibat skandal Wisma Atlet.

(mer/trib/lip/kapol)

TwitterGoogle+LinkedInPinterestFacebookDiggYahoo MessengerShare
happywheels