Connect with us

Daerah

Benny Martha Benyamin Tatung: Buruh Migran Harus Dibekali Skill dan Kemampuan yang Mumpuni Sebelum Ke Luar Negeri

Avatar

Published

on

Lahat — Hari Buruh Migran Sedunia jatuh pada Selasa (18/12/2018) kemarin. Penetapan tanggal 18 Desember mengacu pada deklarasi Konvensi Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (melalui Resolusi No. 45/158). Ini terselenggara pada 18 Desember 1990 di New York, Amerika Serikat.

Konvensi diinisiasi negara-negara pengirim buruh migran untuk merumuskan standar perlindungan khusus bagi buruh migran secara global. Sebagai sebuah aturan pokok, kesepakatan yang selanjutnya disebut Konvensi Buruh Migran itu mulai diberlakukan dunia internasional pada tanggal 1 Juli 2003.

Sehubungan dengan hal tersebut, Benny Martha Benyamin Tatung, Caleg DPR RI daerah pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel) II menilai sudah saatnya para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan buruh migran membekali diri dengan keahlian tertentu sebelum berangkat ke luar negeri.

“Merujuk data Bank Dunia tahun 2018, ada sembilan juta total buruh migran atau TKI kita yang tersebar di seluruh dunia. Diaspora ini saya kira harus dibekali dengan skill dan keahlian yang mumpuni agar mampu hidup nyaman di luar negeri,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (19/12/2018).

Sosok yang akrab dikenal sebagai Benny Tatung tersebut berpendapat, hidup survive di luar negeri tidaklah mudah. Jauh dari keluarga dan kerabat, berhadapan dengan kultur baru, pola dan bahan makanan yang berbeda, tidak mudah untuk dijalani. Karena itu ia pun mengajak masyarakat untuk membekali diri sebelum mantap melangkahkan kaki ke luar negeri.

“Apalagi jika tidak dibekali dengan skill yang kita punya. Saya tidak sampai hati mendengarnya. Jangan sampai ada lagi cerita nasib TKI kita yang terkatung-katung di luar negeri. Mari kita jadikan momen ini sebagai bahan renungan untuk membekali diri dan masyarakat,” pungkas Caleg dari Partai Golkar tersebut.