Connect with us

Nasional

Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa

Published

on

Kabarpolitik.com — Masa remaja dan dewasa muda merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi berbagai perubahan dan dinamika. Mulai dari perubahan secara natural hingga perbuahan gejolak secara psikologis.

Perubahan bentuk tubuh dan hormonal dapat mempengaruhi munculnya dinamika suasana hati, dan perilaku. Tidak hanya itu, perubahan-perubahan sosial seperti model interaksi, tanggung jawab, dan tuntutan sosial yang berbeda dengan ketika masa kanak-kanak.

Mereka adalah juga generasi yang sebentar lagi akan menerima tongkat estafet kehidupan dari generasi sebelumnya untuk meneruskan perjalanan sebuah bangsa. Kesehatan jiwa generasi muda akan mencerminkan kesehatan dan masa depan sebuah bangsa.

Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Dunia pada 10 Oktober, Indonesia telah memperingati Hari Kesehatan selama 26 tahun yang diawali pada 1993 oleh Presiden Soeharto.

Bicara kesehatan jiwa, perubahan-perubahan yang dialami oleh pada pemuda ini secara natural sudah membawa dinamika gejolak, dampaknya bertambah pada era ini. WHO menyatakan bahwa separuh dari gangguan kejiwaan dimulai dari usia muda sekitar 14 tahun yang apabila tidak tertangani dapat mengarah pada terjadinya bunuh diri.

Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, perilaku seks dan perilaku beresiko (misalnya dalam mengendarai kendaraan).

Kemajuan teknologi tanpa disadari merupakan penghambat pada perkembangan sosial seseorang.

Akses ke dunia maya yang berlebihan akan menyita waktu yang sebenarnya masih dibutuhkan orang-orang muda untuk terus beraktivitas. Pada saat ini para ahli semakin menyadari kebijakan dan pengaturan dalam penggunaan teknologi.

Perlu ada upaya lebih untuk memberikan peningkatan pemahaman kepada generasi muda seperti memberikan kegiatan-kegiatan positif yang mengandung unsur aktivitas fisik. Hal ini tentunya perlu pengarahan dan pengawasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang kompeten dalam pendampingan pada remaja dan orang muda.

Keluarga yang harmonis dan orang tua yang penuh perhatian merupakan kondisi ideal untuk tumbuh kembangnya seorang anak menjadi pemuda yang bahagia, karena masih cukup banyak remaja yang kurang beruntung.

Kesenjangan tingkat sosial yang terjadi di masyarakat adalah sesuatu yang perlu diperhatikan, perlu ada program-program terobosan untuk para pemuda.

Salah satu tugas pemerintah dan pemangku kepentingan yaitu mendorong tercapainya keluarga-keluarga sejahtera dan bahagia di masyarakat. Perlu dipikirkan program penanganan seperti rumah-rumah ramah remaja, rumah singgah dengan SDM yang memadai untuk melakukan pendampingan dan pengarahan pada para muda. Demikian pula program-program konseling sebaya perlu lebih digalakkan. (rls)

source