Connect with us

Politik

Haedar Nashir: Situasi Politik Saat Ini Mirip El Clasico

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com, YOGYAJARTA – Situasi politik jelang Pemilu 2019 ini lebih mirip dengan nuansa pertandingan El Clasico, pertemuan tim sepak bola antara Barcelona melawan Real Madrid. Suasana potensial ada rasa permusuhan, saling terancam dan kebencian.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat ditemui di sela Seminar Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (11/2). “Situasi politik saat ini membelah, akibat dari 2 pasangan yang ini ulangan dari periode sebelumnya. Jadi kayak El Clasico gitu ya. Karena El Clasico itu muara menang kalah tinggi sekali itu partai ulangan,” katanya.

Akibat dari nuansa itu, maka terjadilah masyarakat berpolitik to be or not to be. Kemudian menjadi absolut harus menang dan jangan sampai kalah.

“Itu suasana potensial untuk ada rasa permusuhan, rasa saling terancam, kebencian dan sebagainya. Nah di tengah 2 hal ini, Muhammadiyah mencoba membangun keseimbangan dan mengajak masyarakat untuk berpikir lebih jernih, lebih kontemplatif. Kemudian kembali pada ajaran agama yang mengajarkan pada kedamaian, persaudaraan, kemudian kebajikan, nilai-nilai amanah,” katanya.

Tak hanya mengajak masyarakat saja, namun juga kepada mereka yang sedang menjadi peserta kontestasi. Pihaknya menyampaikan bahwa menjadi pemimpin yang menang itu justru sebuah beban.

“Karena dia harus memikul tanggung jawab yang berat. Sampai nabi bilang, kalau engkau kejar jabatan itu, jabatan itu akan melilit lehermu. Itu cara nabi untuk memberi tekanan, pesan bahwa jabatan itu berat. Maka itu jangan gembira ketika menang dan mengusahakannya (untuk menang) seperlunya saja,” ucapnya.

Dalam sisa waktu sampai 17 April ini, lanjutnya, perlu ada proses pencerahan berpikir di masyarakat maupun di kalangan mereka yang di kontestasi politik. Agar bermoderat dalam berpolitik, tetap menjunjung tinggi dalam nilai kebersamaan.

“Dan juga keutuhan bangsa, dan nilai politik yang berbasis pada Pancasila dan agama. Serta nilai luhur kebudayaan bangsa,” ucapnya.

(JPC)

source

Advertisement