Connect with us

Politik

Ini Tokoh Golkar yang Didorong Gantikan Airlangga

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA — Pernyataan beberapa DPD I Golkar yang meminta Munas dipercepat, membuat Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto panas dingin.

Konon, dia sempat disebut menghubungi beberapa pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk mengcounter pernyataan dari DPD I ini.

Sebelumnya, Azis Samual yang menjadi inisiator untuk mengkonsolidir DPD I Golkar menyebu,t sudah ada 25 DPD I yang sepakat dan bulat mendukung gerakan percepatan Munas.

Biasanya Munas digelar Oktober, tapi kali ini Anggota DPD I meminta agar secepatnya Munas digelar karena Golkar terpuruk di Pemilu 2019.

Target Pembunuhan, Luhut: Itu Cara Kampungan

“Sebanyak 25 DPD I sudah meminta untuk mempercepat Munas di akhir Juli. Ketua Umum Golkar harus mendengarkan aspirasi anggotanya. Karena sudah gagal, selayaknya harus mempercepat Munas dan mundur, jangan panik terus menekan dan meminta beberapa yang lain untuk melawan permintaan ini,” tegas Azis.

Dia menegaskan, selama ini banyak kader yang lebih cakap dan lebih baik dari Airlangga. Nama-nama yang menurutnya cakap menjadi pemimpin antara lain Azis Syamsudin, Agus Guniwang, Zainuddin Amali, Ridwan Hisjam, Bambang Soesatyo, Melcias Mekeng, Wisnu Suhardono (Ketua DPD I Golkar Jateng).

“Yang muda juga ada, sebut saja salah satunya seperti Doly Kurnia, namanya juga layak dipertimbangkan,” tegas Azis.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum AMPG, salah satu sayap Golkar, Abdul Azis juga memiliki pandangan yang sama tentang kondisi partai saat ini.

Amien Rais Minta Koleganya Tak Gentar

“Kalau memang pencapaian ini dianggap berhasil kenapa takut untuk melaksanakan Munas secepatnya, atau apabila tidak berani melaksanakan Munas lebih baik saya sarankan ketum AH mundur saja,” ujar Abdul Azis, pada Rabu (29/5).

Abdul Aziz juga meminta elite DPP dan DPD tingkat I dan II untuk tidak naif. Mereka harus realistis pada kenyataan yang ada.

“Elite DPP dan DPD pastinya sadar bahwa Partai Golkar mengalami penurunan kursi yang signifikan, jadi jangan bicara prestasi Airlangga di media,” tandasnya. (jpnn)