Connect with us

Nasional

Jokowi Bicara Soal Pemimpin yang Selalu Marah, Begini Komentar Erick Thohir

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Pemimpin yang tegas tapi selalu marah-marah tidak disukai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena sifat tersebut akan menjauhkan masyarakat dengan pemimpinnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan ‎memang dibutuhkan pemimpin yang tegas. Tapi ketegasannya itu untuk merangkul masyarakat caranya dengan memberikan pembimbingan. Bukan dengan marah-marah.

“Kalau kita sebagai pimpinan perusahaan tapi marah-marah mulu. Mungkin akan tidak produktif bagi pegawai kita,” ujar Erick saat ditemui di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (8/11) malam.

Presiden Jokowi juga beberapa kali menginginkan supaya semua pihak melakukan hijrah dari segala hal-hal yang buruk. Oleh sebab itu, niat yang diinginkan Presiden Jokowi adalah baik untuk semuanya.

Oleh sebab itu, punya pemimpin yang tegas dan tidak suka marah-marah adalah bagus. Karena pemimpin tersebut sudah pasti akan mencari jalan keluar apabila ada masalah. Ketimbang mengeluarkan emosinya di muka umum.

“Jadi baik kalau punya pemimpin yang tegas tidak marah-marah. Tapi justru membimbing mencari jalan keluar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi awalnya berkelakar kepada Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) selalu memperlihatkan sikap ketegasan sebagai seorang ketua umum partai.

Namun demikian, Presiden Jokowi mengaku yakin OSO adalah pribadi yang tegas dan tidak suka marah-marah seperti apa yang selama ini disebut-sebut.

Lantas Presiden Jokowi melanjutkan, menjadi pemimpin tidak boleh marah-marah. Apalagi untuk mendekati rakyat. Karena kalau arogan yang dikedepankan maka tidak akan terwujud apa yang diinginkan.

“Karena kalau kita mendekati rakyat dan marah-marah, tujuan kita tidak tercapai,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, pemimpin juga harus bisa berkomunikasi dengan rakyat. Mendengar aspirasi masyarakat. Sehingga penting membangun komunikasi dengan rakyat Indonesia.‎ (gwn/JPC)

source