Connect with us

Nasional

Lutfie Natsir Buka-bukaan Soal Pencopotannya, Begini Pembelaannya

Fikri

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Mantan Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir akhirnya bersuara lantang atas pencopotan dan semua fitnah yang ditudukan padanya. Ia pun membeberkan dan mengklarifikasi semua tudingan buruk kepadanya.

Pertama soal pernyataan Bunyamin Arsyad, Staf Khusus Bidang Media Gubernur Sulsel yang menyampaikan jika Pak Gubernur mencopot Kepala Inspektorat karena dikeluhkan stafnya. Pada tudingan ini, Lutfie dituding auditornya mengeluh semua bahwa percuma kita melakukan audit kalau tidak maksimal, serta semua orang dalam resah.

“Kalau dikatakan seluruh auditor mengeluh, saya sangat heran dan perlu dipertanyakan apakah benar seluruh auditor? Ataukah cuma segelintir? Kalau ada rasa kurang puas dalam gaya kepemimpinan saya selama menjabat, saya kira adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi, namun selama saya menjabat ruang komunikasi dengan seluruh pejabat struktural eselon III, sekretaris, para Irban, eselon IV, dan seluruh auditor saya buka seluas-luasnya,” beber Lutfie.

Sidang Sengketa Pilpres 2019, Hakim MK Siap Nginap di Kantor

Selanjutnya, mantan Kabiro Hukum Pemprov Sulsel itu juga menanggapi komentar yang menyatakan percuma kita lakukan audit kalau tidak maksimal.

“Menurut hemat saya, hal tersebut perlu dikembalikan ke auditor itu sendiri karena secara teknis mereka yang terjun langsung. Para auditor, berdasarkan kewenangan, profesionalisme, dan tanggung jawabnya ada pada mereka. Setiap pemeriksaan ada tim yang ditugaskan terdiri dari supervisor, dalnis anggota anggota tim yg mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing, ada PKA sebagai acuan pemeriksaan, dan KKP-nya sebagai acuan,” jelasnya.

Ada Sinyal Kuat MK Diskualifikasi Gugatan Prabowo-Sandi

“Dan saya serahkan semuanya kepada timnya, karena mekanisme dan prosedurenya seperti itu. Saya tidak pernah mengintervensi hasil dri pemeriksaan timnya. Nanti pada final hasil pemeriksaan saya minta di ekspose, bersama timnya, dgn pertimbangan bahwa produk LHP sebagai produk administrasi Inpektorat,” lanjutnya.

Menurut Lutfie, LHP harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari aspek formil maupun materil, karena jangan sampai produk yang dikeluarkan cenderung mengzalimi dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Selain itu, ia juga menyampaikan, sebelum LHP diterbitkan terlebih dahulu Obrik yang diperiksa diberikan pokok-pokok temuan dan diberikan hak untuk menanggapi jika tanggapan dianggap relevan oleh tim auditor.

Adik Tidur, Ini Detik-detik Pemuda Begituin Teman Kerjanya

“Temuan tesebut dapat dihilangkan dalam LHP sesuai prosedur,” ungkapnya.

Tolak Jabatan Baru

Selanjutnya, pernyataan Bunyamin bahwa Lutfie akan disiapkan tempat juga ia tanggapi. Katanya, pernyataan itu menimbulkan tanda tanya besar, apa maksudnya.

“Kalau disiapkan tempat untuk duduki jabatan, pada kesempatan ini saya sampaikan kepada beliau rasa terima kasih yang setinggi tingginya. Saya sampaikan pula untuk tidak menerima dan menolaknya,” tegas Lutfie.

Mahasiswa Kehutanan Unhas Buat Papan Partikel, Perekatnya Pakai Limbah Kulit Udang

Menurut Lutfie, ia punya prinsip hidup bahwa jabatan adalah amanah pimpinan. “Tidaklah bijaksana kalau saya sudah dianggap tidak mampu, namun masih disiapkan tempat apalagi terdapat komentar-komentar di media bahwa saya seorang penghianat, penyebar hoaks dan lainnya,” ujarnya.

“Pernyataan saya buat bukan untuk membela diri apalagi melawan keputusan pimpinan. Akan tetapi semata mata, saya ingin sampaikan hal-hal yang selama ini saya lakukan selama melaksanakan tugas sebagai Inspektur Sulsel,” kuncinya. (iad)