Connect with us

Politik

Maju DPR RI, Benny Martha Benyamin Ingin Jadikan Politik sebagai Sarana Ibadah

Published

on

Banyak kalangan yang mengeluh dengan realitas politik saat ini. Hal itu bisa dimaklumi karena maraknya kasus korupsi yang menjerat para pejabat di negeri ini.

Belum lagi, fenomena hoaks yang belakangan semakin membuat resah masyarakat. Dan persoalan-persoalan lainnya, sehingga politik seolah menjadi dimensi yang buruk dari kehidupan kemanusiaan.

Tapi, apakah keluhan terhadap semua persoalan itu bisa memperbaiki keadaan? Calon Angggota DPR RI Dapil Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) II, Benny Martha Benyamin Tatung, mengatakan tidak.

Menurutnya, politik membutuhkan kepedulian dan keterlibatan orang-orang baik agar cerita politik di negeri ini berubah, tidak lagi meresahkan, tetapi mencerahkan dan meceriakan.

Itulah alasan kenapa Benny Martha Benyamin Tatung, atau yang biasa disapa Benny Tatung itu maju di Pileg 2019 nanti. Ia ingin menunjukan bahwa politik yang sebenarnya tidaklah seburuk yang banyak orang kira. Ia ingin menjadikan politik sebagai sarana ibadah untuk membahagiakan banyak orang.

“Tujuan saya maju menjadi Caleg untuk membawa angin segar terhadap keadaan politik di negeri ini. Kita harus mengakui, banyak masyarakat yang mulai apatis terhadap politik, itu karena ulah para pejabat sendiri. Tetapi terus-menerus mengeluh terhadap keadaan yang ada pun tidak akan mengubah apapun,” ujar Benny Tatung saat dihubungi,” Jum’at (12/10/2018).

Meski demikian, Benny Tatung menyadari akan sulit mengubah wajah politik yang terlanjur buruk seperti saat ini. Untuk itu, ia mengajak para kontestan yang lain berkompetisi dengan baik. Tidak menggunakan cara-cara kotor untuk menang.

Karena bagi Caleg yang maju dari Partai Golkar itu, menjadi anggota dewan yang baik harus dimulai dengan cara dari niat yang baik pula. Bukan untuk mengejar kekuasaan semata, tetapi bagimana menciptakan keadilan dan kesejahteraan untuk semua rakyat Indonesia.

“Jelang Pileg 2019 ini, saya juga mengajak caleg-caleg lain baik dari partai saya sendiri atau partai lain, untuk berkampanye dengan cara-cara yang sehat. Jangan membuat hoaks, karena itu hanya akan menambah keresahan di masyarakat. Mari luruskan niat untuk apa kita menjadi caleg,” tutupnya. (kp)