Connect with us

Nasional

Perempuan Penyebar Video Penggal Kepala Jokowi Tersangka

Fikri

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA–Dua pelaku yang diduga merekam dan menyebarkan video ancaman “penggal kepala Jokowi” tiba di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5) malam. Mereka dibawa untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan ancaman terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Bahkan, satu dari pelaku sudah ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian. Perempuan berinisial IY saat ini statusnya telah tersangka. Sementara, satu perempuan lain yang belakangan diketahui berinisal R belum jadi tersangka. Hingga kini dia masih berstatus saksi dan diperiksa intensif.

Saat digiring aparat, keduanya memilih bungkam dan terus berjalan ke ruang penyidik. Keduanya terlihat tertunduk lesu sambil menutupi wajahnya.

“Pelaku yang merekam dan menyebar video tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/5).

Pelaku diciduk di kediamannya di Grand Residence City, Cluster Prapanca 2, Blok BB 11 No.21, Bekasi. Pada saat ditangkap, pelaku (IY) mengakui bahwa perempuan dalam video tersebut benar dirinya dan dia menyebarkan video tersebut via grup WhatsApp.

Polisi menyita beberapa barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus inu. Misalnya, kaca mata hitam, telepon genggam, masker hitam, kerudung warna biru, dan tas warna kuning. “Ada beberapa barang bukti yang diamankan,” tuturnya.

View this post on Instagram

Miris guys, karena tak suka Dengan Presiden RI, pria ini katanya siap mau penggal kepala Jokowi. Mohon bapak polisi ini pria ini bisa diberi pelajaran biar tidak seperti ini lagi? @divisihumaspolri @ditreskrimumpmj @ditreskrimsuspoldametrojaya @polrimabes @polisi_indonesia @humas.pmj @gatot_eddyp @jokowi @dukung_jokowi2periode @jokowi.presidenku01 #jokowi #kepala #nya #mau #dipenggal #help #polisiganteng #polisi #tindak #beriefekjera

A post shared by West Journal Palma(WJP) (@westjurnalpalma) on

//www.instagram.com/embed.js

Argo menuturkan, kedua pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Meski begitu mereka akan tetap diperiksa ulang penyidik di Polda Metro Jaya. “Yang bersangkutan mengakui (perbuatanya),” pungkasnya.

Pelaku diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP, Pasal 110 junto Pasal 104 KUHP, Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah rekaman video ancaman kepada Presiden Jokowi. Di video itu HS menyebut kalimat ‘penggal kepala Jokowi’. Aksi ini direkam oleh seorang perempuan yang berada di samping HS. Video diduga dibuat saat menggelar aksi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Jakarta, Jumat (10/5).

Tak lama berselang setelah video itu viral, Tim Jokowi Mania mengambil langkah hukum terhadap peristiwa ini. Dia membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (11/5). Laporan teregister dalam LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Mereka juga turut melaporkan pelaku pembuat dan penyebar video tersebut.

Polisi kemudian menangkap HS disebuah perumahan di Parung, Bogor. HS pun ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman sumur hidup. Dia dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden. (jp)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *