Connect with us

Nasional

Ribuan Caleg Menolak Buka Data Diri, Nasdem: Ini Bukan Drama Besar

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Dari data Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) ada ribuan calon anggota legislatif (caleg) yang menolak membuka data diri ke publik. Salah satu yang paling banyak menutup diri yaitu caleg Partai Nasdem.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan, partai telah memberikan instruksi kepada para calegnya untuk membuka diri ke publik. Transparansi dinilai penting dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

“Guidance pertama terkait dengan data diri. Pasti didorong untuk semuanya terbuka. Menjadi pejabat publik harus siap juga terbuka kepada publik,” ujar Johnny di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (11/2).

Hanya saja Johnny mengakui, ada beberapa proses yang harus dilewati dalam memenuhi keterbukaan publik, misalnya kesiapan tim. Sehingga bisa saja terjadi kesalahan teknis dalam prosesnya.

“Apabila ada yang belum menyampaikan informasi publiknya, itu masalah teknis saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Johnny menegaskan bahwa seluruh caleg harus tunduk pada aturan yang ada. Baik itu undang-undang maupun kebijakan partai.

Namun demikian, dia meminta belum adanya keterbukaan ini tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab transparansi tidak hanya dalam aspek keterbukaan caleg. Masih ada cara lain untuk menginformasikan kepada rakyat seluk beluk calon wakilnya.

“Masih ada LHKPN, dan seterusnya. Jangan dibuat drama yang besar. Ini bukan drama yang besar,” pungkas Johnny.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Perludem, sebanyak 2.043 dari 7.992 atau setara 25,56 persen caleg tidak mau membuka data dirinya ke publik. Jumlah tersebut terdiri dari 1.162 caleg laki-laki dan 881 caleg perempuan.

Berdasarkan nama partai politiknya, maka secara berurutan caleg yang paling banyak tidak membuka data pribadinya yaitu dari Partai Demokrat, Hanura, PKPI, Garuda, dan terakhir Partai Nasdem.

(JPC)

source