Connect with us

Nasional

Sebelum Jadi Korban Penembakan OPM di Papua, Agus Telepon Ibunya di Gowa, Ini Keinginannya

Published

on

Kabarpolitik.com, GOWA – Tak ada yang mengira jika Muh Agus (25), pemuda tulang punggung keluarga Dg Buang dan Dg Lenteng, warga Dusun Botong II, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa berakhir dengan kematian tragis. Agus kini sudah tiada. Keberadaannya sisa kenangan bagi keluarganya.

Agus adalah salah satu korban kebiadaban Kelompok Kriminal Papua yang menamai dirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada lima hari lalu di Papua. Sebanyak 31 pekerja jembatan Trans Papua di Yigi, Kabupaten Nduga, Papua ditembak dan dibunuh sadis.

Dari 31 orang terbunuh itu 9 diantaranya mayatnya berhasil diidentifikasi dan kini dibawa terbang ke Sulsel, ke kampung halamannya masing-masing yakni Tana Toraja, Makassar dan Gowa. Salah seorang dari 9 mayat itu adalah Muh Agus warga Bungaya, Kabupaten Gowa.

Ratusan warga Botong menunggu kedatangan jenazah Agus yang baru tiba di Bandara Lanud Sultan Hasanuddin pukul 18.50 Wita dan diestimasi tiba di rumah duka sekira pukul 21.00 Wita.

Malam ini juga jenazah Agus dimakamkan di pekuburan dekat rumahnya.

Di sela melayat Dg Lima’, tante Agus, kepada media, Jumat (7/12) petang mengatakan tidak ada firasat yang buruk dirasakan keluarganya termasuk ibunya Agus.

“November kemarin Agus menelpon ibunya. Kemudian dia janji mau pulang ke sini pada Desember. Ini Desember mi tapi dia pulang bukan dalam keadaan hidup tapi hanya jenazah nya mami kembali,” kata Dg Lima’ di rumah korban yang hanya berdinding seng karatan separuh dan separuhnya lagi papan bekas.

Agus (baju putih) semasa hidupnya berfoto bersama orangtuanya serta adik perempuannya yang menikah (atas). Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan datang melayat ke rumah duka Agus (bawah). (bkm)

Menurut Dg Lima’ firasat yang dirasakan hanya tiba-tiba disaat Agus dikabarkan tertembak lima hari lalu maka dia dan ibunya Agus yakni Dg Lenteng merasakan hal sama.

Dg Lima’ dan Dg Lenteng tiba-tiba mual dan muntah-muntah saat berada di kampung keluarganya di Kecamatan Tombolopao, Gowa.

“Itu ji yang saya alami dengan ibunya Agus. Mual dan muntah. Itu bersamaan hari kejadian Agus ditembak. Deee ee, 13 bulangi di Papua dan baru satu kali pulang ke Gowa pada Juli tahun lalu (2017) waktu kawingi adeknya,” kata Dg Lima’ mewakili orangtua Agus yang tengah berada di Bandara Lanud Sultan Hasanuddin menjemput kedatangan peti jenazah Agus yang dibawa Hercules dari Bandara Timika.

Keluarga Agus pasrah. Mereka hanya menerima nasib pemuda yang dikenal baik hati ini di kampungnya.

Sementara itu petang tadi, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan datang melayat ke rumah duka Agus kendati jenazah Agus masih dalam proses pengiriman dari Timika.

Bupati Adnan didampingi Kadis Sosial Gowa Syamsuddin Bidol dan Kabag Humas Kerjasama Abdullah Sirajuddin serta Kabag Protokol Azhari menyatakan belasungkawanya terhadap Agus.

“Secara pribadi maupun atasnama Pemerintah Kabupaten Gowa saya menyatakan duka yang dalam. Saya kutuk keras kebiadaban yang dilakukan kelompok kriminal di Papua. Dan saya minta pihak keluarga agar menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas musibah Agus ini kepada negara. Mari ikhlaskan kepergian Agus,” jelas Bupati Gowa.

Adnan juga mengatakan Pemkab akan membantu kedua orangtua Agus yang selama ini hidup dalam serba kekurangan.

Jenazah Agus yang diperkirakan tiba di Botong, Bungaya pukul 22.30 Wita malam ini, oleh Bupati Gowa yang telah bersepakat dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat akan langsung dimakamkan berhubung kondisi jenazah Agus sudah tidak memungkinkan untuk dimakamkan esok harinya. (saribulan/bkm)

source