Connect with us

Nasional

Soal Politik Genderuwo, Sekjen PSI: Sindiran Jokowi Bagi si Pesimis

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) melihat saat ini banyak sekali propaganda yang terkesan menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut fenomena itu sebagai politik genderuwo lantaran menyeramkan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan, pernyataan Jokowi itu sesungguhnya merupakan sindiran untuk para politisi yang kerap melempar narasi pesimisme akan kondisi bangsa.

“Sekali lagi, politik genderuwo itu selain bahasa simbol juga sindiran yang menusuk ke jantung pertahanan. Semoga Indonesia selamat dari godaan genderuwo politik yang terkutuk,” ujar Antoni saat dihubungi, Jumat (9/11).

Menurut Wakil Ketua Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin ini, Jokowi kembali mengingatkan semua pihak untuk melakukan politik yang santun dan beradab. “Sehingga politik kita tidak menjadi politik genderuwo. Politik manipulatif penuh kebohongan yang pada intinya menakuti-takuti rakyat,” katanya.

Antoni mengatakan, politik gendoruwo itu seperti menebar pesimisme bahwa Indonesia akan hancur. Padahal sejatinya semua pihak sedang berjuang bersama-sama menjadikan Indonesia lebih baik.

“Jadi, ketika kita sama-sama sedang berjuang untuk memperbaiki, tapi oleh mereka dihancurkan sekejap dengan narasi bohong dan menyeramkan,” pungkasnya.

Sebelumnya saat kunjungan kerja di Tegal, Jawa Tengah, Jokowi dalam pidatonya menyindir para politikus yang gemar menyebar propaganda menakutkan. Jokowi pun menyebut cara tersebut sebagai politik genderuwo.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo,” kata Presiden Jokowi, Jumat (9/11).

Jokowi menuturkan, propaganda menakutkan yang dilakukan para politisi itu sama seperti genderuwo. Menurutnya, itu bukanlah cara berpolitik yang beretika, sebab masyarakat digiring ke arah ketakutan dan pesimisme dalam segala hal.

“Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja, kok ditakut-takuti? Iya tidak? Masyarakat senang-senang, kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali,” tutur Jokowi.

Sekadar informasi genderuwo adalah sejenis makhluk halus berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar, banyak bulunya dan menakutkan. (ce1/gwn/JPC)

source