Connect with us

Politik

Survei Sasbuzz: Jokowi – KH Ma’ruf Sangat Dominan di Medsos

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Pendiri PT Sasbuzz Teknologi Internasional Rizal Panji Islami mengatakan, Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mendominasi perbincangan di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Berdasarkan rekaman aktivitas akun riil media sosial melalui mesin Sasbuzz pada 29 September-6 Desember 2018, indeks popularitas Jokowi-Maruf di Twitter, Facebook, dan Instragram sangat tinggi dan mendominasi.

“Jokowi-Maruf mendominasi pembicaraan hingga 60 persen dibandingkan dengan paslon Prabowo-Sandi yang hanya 40 persen,” kata Rizal di Jakarta, Kamis (6/12)

Mesin Sasbuzz sendiri memiliki validitas tinggi. Hanya akun riil yang direkam mesin dan menyingkirkan aktivitas akun robot.

Dia menambahkan, mesin Sasbuzz mencatat ada peningkatan jumlah pembicaraan sebesar 0,45 persen pada pekan ini. Peningkatan secara signifikan terjadi di Provinsi Jawa Barat dan Lampung.

“Terjadi lonjakan pembicaraan tentang Prabowo pada 2 Desember 2018. Namun, masih tidak mampu melebihi total pembicaraan tentang Jokowi dan berangsur-angsur turun kembali sampai dengan hari ini,” kata Rizal.

Rizal menjelaskan, jumlah pembicaraan harian terbesar dipegang oleh Jokowi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Prabowo dan dua cawapres.

“Jumlah pembicaraan tentang Jokowi selama seminggu ini rata-rata 12 ribu hingga 13 ribu per hari. Untuk Prabowo ada di kisaran 5.000-6.000 per hari. Untuk pembicaraan kedua wakil presiden, total pembicaraan keduanya sangat minim, yaitu di bawah 5.000 per hari,” jelas Rizal.

Dari sisi nada atau sentimen pembicaraan netizen, sambung Rizal, setiap calon rata-rata memiliki tone positif sebesar 75-80 persen.

“Artinya, kampanye positif masih sangat mendominasi daripada kampanye negatif dari kedua kubu,” terang Rizal.

Dari sisi konteks pembicaraan, kata Rizal, ada sepuluh hal yang paling banyak dibicarakan netizen tentang Jokowi pada pekan ini.

Di antaranya tentang kinerja atau portofolio seperti pemerintahan, pembangunan, infrastruktur, keislaman Jokowi yang cenderung positif.

“Hal ini juga bisa disimpulkan bahwa banyaknya pembicaraan Jokowi tentang capaian pemerintahan dan pembangunan karena didukung oleh aktivitas media sosial resmi lembaga atau kementerian, tidak hanya partai atau kantong relawan,” tutur Rizal.

Dia menambahkan, konteks pembicaraan tentang Prabowo terkait beberapa hal seperti kampanye emak-emak dan Reuni 212. Namun, tone sentimennya bercampur dengan nada negatif.

Menurut Rizal, konteks pembicaraan tentang Kiai Ma’ruf seputar Islam, NU dan ulama. Sentimen tentang konteks itu bernada bagus.

Rizal menuturkan, konteks pembicaraan tentang Sandiaga Uno pada minggu ini terkait dengan Reuni 212. Ada juga konteks soal penjualan saham perusahaan milik Sandiaga dan jurus Nabi Yusuf. (jos/jpnn)

source