Connect with us

Nasional

Tangani KKB Papua, Operasi Militer Tak Harus ‘Berdarah’

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Kelompok bersenjata di Papua perlu dituntaskan melalui operasi milter. Namun di sisi lain, pemerintah harus memenangkan hati dan pikiran rakyat di ujung timur Indonesia itu.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Kiki Syahnakri. Katanya, dua hal itu bisa berjalan beriringan.

Dia menuturkan, dalam operasi lawan geriliya atau operasi militer, bukan berarti dengan kekerasan. “Jangan dikira operasi militer selalu tembak-tembakan, yang ditumpas pikiran mereka bukan fisiknya mereka,” ujar Kiki saat menggelar konferensi pers di Gedung PPAD, Matraman Raya, Jakarta, Jumat (7/12).

Dari pengalamannya sebagai Panglima Penguasa Darurat Militer Timor-Timor, penyelesaian terhadap kelompok separatis atau sekarang bisa disebut pemberontak, tidak harus dengan pertumpahan. Namun semua tuntas di meja perundingan.

“Mereka kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Mengerti tentang NKRI, Pancasila. Jangan dianggap operasi militer bunuh-bunuhan,” tegas dia.

Ya, operasi militer bisa dilakukan dengan berdialog dengan para pemimpin kelompk tersebut. Sebagai contoh upaya dialog yang berbuah manis dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Aceh selesai kita berdialog dengan tokoh,” imbuhnya.

Namun memang dalam kontes di Papua. Kiki mengakui kelompok separatis sangat banyak. “Jadi perlu juga diinventarisasi kelompok Papua siapa saja,” pungkasnya. (dna/JPC)

source