Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] “Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker”

kabarpolitik.com

Published

on

Pelintiran daur ulang. Tidak cukup untuk menyembuhkan kanker, dokter lebih menyarankan kemoterapi, radioterapi, operasi, dan terapi-terapi lainnya sesuai dengan jenis atau tingkat keparahan kanker yang diderita.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Menyesatkan.

======

SUMBER

Situs nasihatcanggih.blogspot.com.

======

NARASI

“Tolong sebar luaskan.
RS pusat angkatan darat (RSPAD Gatot Soebroto )Jakarta.
menegaskan bila setiap orang yg mendapatkan info ini kemudian membagikan ke 10 orang lainnya,di pastikan sedikitnya ada satu nyawa yg akan terselamatkan..saya sudah melakukan , Mohon anda juga membantu melakukan bagian anda.Tks!”

Selengkapnya di http://archive.md/5XcFI.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Menyesatkan

Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.

* SUMBER membagikan pelintiran yang sebelumnya pada tahun 2018 sudah diklarifikasi.


(2) “IG: BlogDokter” (twitter.com/blogdokter) @ 29 & 30 Jun 2018:

* “Ini Hoax ya. Coba hentikan penyebaran pesan berantai ini mulai dari anda sekarang.” http://bit.ly/2FRwsQt / http://archive.md/JxSxg (arsip cadangan).

* “Hati hati dalam membaca dan menyimpulkan suatu studi. Hoax yang beredar tentang pare bisa membelokan arah orang yg sedang menjalani pengobatan kanker dari obat2an medis ke minum air pare panas, padahal khasiat pengobatannya belum terbukti.” http://bit.ly/389k0aZ / http://archive.md/fra0M (arsip cadangan).


(3) DokterSehat: “Untuk mengobati kanker, dokter lebih menyarankan penderitanya untuk menjalani kemoterapi, radioterapi, operasi, dan terapi-terapi lainnya sesuai dengan jenis atau tingkat keparahan kanker yang diderita. Mengonsumsi air rebusan pare tentu tidak akan cukup untuk menyembuhkan kanker.”

Selengkapnya di http://bit.ly/2vf7SUC / http://archive.md/e8rWq (arsip cadangan).

======

REFERENSI

(1) detikHealth:

* “Seseorang dapat dengan mudah menemui beragam iklan terapi alternatif yang mengklaim bisa menyembuhkan kanker. Perlu diketahui sebetulnya metode terapi yang telah teruji untuk kanker hanya tiga yaitu operasi, kemoterapi dan radiasi.”

Selengkapnya di http://bit.ly/2Mi243v / http://archive.md/0cHfg (arsip cadangan).

* “”Kalau kita ketik kanker di internet itu ratusan ribu yang keluar. Sayangnya informasi itu kan bikin gemes mana sih yang bener mana yang hoax. Itu kenyataan yang sering dihadapi,” kata dr Sonar dalam acara temu media Hari Kanker Internasional di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).”

Selengkapnya di http://bit.ly/36YUZyU / http://archive.md/pxiAg (arsip cadangan).


(2) NCBI: “Alam kaya akan sumber tanaman obat dan produknya yang berguna untuk pengobatan berbagai penyakit dan gangguan. Momordica charantia , umumnya dikenal sebagai pare atau labu pahit, adalah salah satu tanaman yang dikenal karena aktivitas biologisnya yang digunakan dalam sistem obat tradisional. Tanaman ini dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk daerah tropis Asia, Amazon, Afrika timur, dan Karibia dan digunakan sebagai sayuran serta obat tradisional. Semua bagian tanaman, termasuk buah, biasanya dikonsumsi dan dimasak dengan berbagai sayuran, tumis, diisi atau digunakan dalam jumlah kecil dalam sup atau kacang-kacangan untuk memberikan rasa dan rasa yang agak pahit. Tanaman ini dilaporkan memiliki aktivitas anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-kanker, anti-diabetes, anti-bakteri, anti-obesitas, dan imunomodulator.”

Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2u0eBUZ / http://archive.md/Yyz5R (arsip cadangan).


(3) turnbackhoax.id: [KLARIFIKASI] “Pare Tidak Serta-merta Bisa Menyembuhkan Kanker”, post sebelumnya di http://bit.ly/2QVqpRt.

“RS pusat angkatan darat (RSPAD Gatot Soebroto )Jakarta” sebelumnya diedarkan dengan narasi “Prof Chen Hui Ren dari RS pusat angkatan darat Beijing”.

http://platform.twitter.com/widgets.js

Sumber: turnbackhoax.id

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *