Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] Penutupan perlintasan kereta karena menunggu masinis jajan di warung

Moes

Published

on

Penutupan perlintasan tersebut karena proses naik turun penumpang bukan karena menunggu masinis membeli makanan di warung. Hal tersebut dikarenakan Stasiun Parungkuda, Sukabumi yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan Sebidang. Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

=============================================
Kategori : Konten yang Salah
=============================================

Akun Dhimas Bayu Nurcahyo (fb.com/dhimas.itudiebakerempeng) membagikan video yang diunggah oleh akun Warung Nasi Pak Tofa (fb.com/WarungPaktofa) dengan narasi sebagai berikut :

“G lucu sih, lbh trlihat sombong, dan mrasa penting, pamer jabatan sebagai masinis? Cut aja msh bnyak yg lbh menghargai dn menghormati org lain, itu yg kecegat palang pintu pasti emosi tingkat dewa”

Sumber : https://perma.cc/BN7M-SB52 (Arsip)

=============================================

PENJELASAN

Melalui rilisnya, PT KAI menjelaskan kereta tersebut merupakan KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393. Pada saat itu kereta sedang berhenti di Stasiun Parungkuda pada 31 Oktober 2019.

“Terkait video yang beredar luas di sosial media, kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi,” kata PT KAI, Jumat (8/11).

PT KAI menjelaskan, setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplacement stasiun.

“Hal tersebut dikarenakan stasiun yang kecil dan emplacement stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang,” jelasnya.

KA Pangrango dengan Nomor 393 memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pukul 15.45 WIB dan tiba di Stasiun Bogor pukul 17.48 WIB. KA tersebut terdiri dari 1 Kereta Eksekutif, 1 Kereta Pembangkit, dan 3 Kereta Ekonomi.

“Tidak benar bahwa penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan, kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda,” kata PT KAI.

Dihubungi terpisah, Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

“Kondisi kereta sedang menunggu waktu berangkat, jadi itu bukan sengaja. Jadi asisten masinis yang turun untuk beli minum, masinisnya tetap ada di lokomotif. Ya, enggak apa-apa, dia manusia butuh minum juga dan tidak mengganggu perjalanan,” kata Edi kepada kumparan.

“Kemudian karena memang stasiun kecil dan emplacement sempit jadi memang tempat berhenti di situ. Jadi sekali lagi, masih sesuai SOP,” terangnya.

REFERENSI :
https://www.facebook.com/294617773886841/posts/3123013264380597
https://kai.id/information/full_news/2869-kai-klarifikasi-video-petugas-turun-dari-lokomotif-di-perlintasan-sebidang
https://kumparan.com/kumparannews/kai-jelaskan-ramai-masinis-jajan-ke-warung-saat-kereta-di-perlintasan-1sDD57mLdnw
https://bisnis.tempo.co/read/1269937/kai-tanggapi-video-petugas-kereta-turun-di-perlintasan-sebidang
https://www.google.com/maps/@-6.8463097,106.7606485,3a,75y,288.45h,91t/data=!3m6!1e1!3m4!1s-vrc_ADayME4XC5CEYVkNw!2e0!7i13312!8i6656

Sumber: turnbackhoax.id