Connect with us

Politik

Viral Pasien Meninggal Karena Telantar di RS, Politisi PKS: Sanga Tidak Manusiawi

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com – Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati menyesalkan peristiwa seorang pasien peserta BPJS yang meninggal di Selasar RSU Abdoel Moelok (RSUAM) yang tersebar dalam sebuah video dan menjadi viral.

Mufida menganggap peristiwa ini dinilai sebagai pelanggaran atas hak rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan dari negara.

Rezki terjangkit DBD dan dikabarkan sejak tiba di RSUAM hingga meninggal dunia tidak mendapatkan perawatan yang maksimal. Bahkan saat meninggal pada Senin sore, tempat tidur Rezki masih di selasar RSUAM, bukan di ruang perawatan.

“Ini sangat tidak manusiawi. Kejadian ini jelas bertentangan dengan UUD RI Tahun 1945 dan nilai-nilai Pancasila,” kata Mufida di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta pemerintah mengusut tuntas. “Harus ada pemberian sanksi secara tegas kepada semua pihak yang bertanggung jawab. BPJS Kesehatan juga harus ikut bertanggung jawab dalam kejadian ini,” jelasnya.

Ditambahkan, Mufida, dengan kenaikan iuran, seharusnya pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS ditingkatkan. Bukan justru malah merugikan masyarakat.

Mufida juga menekankan pentingnya pemerintah dan pihak Rumah Sakit untuk segera mengevaluasi manajemen penanganan pasien secara komprehensif dan detail. Peningkatan kualitas pelayanan RS kepada pasien agar tidak terulang lagi kejadian serupa juga harus dilakukan.

“Dari peristiwa ini terlihat buruknya SOP penanganan pasien. Ini harus diperbaiki. Kalau SOP berjalan baik, harusnya tidak sampai ada pasien terlantar,” tegasnya.[asa]

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *