Connect with us

Internasional

Dianggap Tak Manjur Cegah Covid-19, Kosta Rika Tolak Vaksin Sinovac

Published

on

Kabarpolitik.com – Kosta Rika menolak vaksin Sinovac dan menyebut vaksin Covid-19 buatan Tiongkok itu tak manjur. Kosta Rika menganggap vaksin itu tak efektif menangkal Covid-19.

Dewan penasehat vaksinasi Kosta Rika menolak vaksin Sinovac sebab menggambarkan kemanjuran suntikan itu terlalu rendah. Komisi Nasional Vaksinasi dan Epidemiologi (NCVE) Kosta Rika mengatakan bahwa mereka bernegosiasi dengan Sinovac agar produsen vaksin membatalkannya.

Ini adalah langkah terbaru dalam gelombang pengawasan yang lebih luas untuk vaksin buatan Tiongkok. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kemanjuran Sinovac adalah 50,7 persen dalam hal mencegah penyakit simtomatik jauh lebih rendah daripada vaksin buatan Barat.

Baca juga: Alergi Pfizer, Gratis Pakai Sinovac, Singapura Tunjuk 20 Klinik Swasta

Kosta Rika hanya menyetujui vaksin dengan kemanjuran di atas 60 persen setelah resolusi yang disahkan pada bulan April. Faktor lain yang berperan dalam keputusan Kosta Rika adalah bahwa tidak ada data tentang kemanjuran vaksin yang telah dipublikasikan atau diserahkan ke pengawasan rekan-rekan menurut pejabat vaksin Kosta Rika Roberto Arroba Tijerino.

Berita itu muncul setelah WHO memeriksa suntikan Sinovac dengan memberikannya Daftar Penggunaan Darurat pada 1 Juni berdasarkan hasil dari uji coba di Brasil, yang dilakukan pada 12.000 petugas kesehatan. Dalam percobaan itu, kemanjuran vaksin adalah 50,7 persen terhadap penyakit simtomatik, dan 100 persen protektif terhadap rawat inap.

Baca juga: Viral Surat Dokter, Singapura Bandingkan Vaksin Pfizer dan Sinovac

Pertanyaan yang lebih luas tentang kemanjuran vaksin Tiongkok beredar, karena negara-negara yang menggunakan suntikan tersebut melihat hasil yang berbeda. Uji coba lain, yang dijalankan di Turki, menemukan bahwa vaksin tersebut efektif 83,5 persen dalam mencegah gejala Covid-19. Namun, data itu belum dilihat oleh WHO.

Data dunia nyata yang keluar dari Indonesia, berdasarkan 128 ribu petugas kesehatan yang menerima suntikan di Jakarta, Indonesia, menemukan vaksin itu 94 persen efektif. Tetapi ini ditemukan pada saat kasus di negara ini rendah, dan pada populasi yang relatif muda, dengan usia rata-rata 31 tahun.

Data seluruh negara yang keluar dari Cile menunjukkan bahwa vaksin itu mungkin tidak begitu protektif. Meski negara itu telah memvaksinasi 60 persen populasinya, lebih dari 93 persen di antaranya adalah suntikan Sinovac. Cile melihat lonjakan tajam dalam kasus pada bulan April. NCVE mengatakan bahwa jika data baru disajikan kepada WHO, itu mungkin membuat Kosta Rika bisa berubah pikiran.

(jp)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *