Connect with us

Internasional

Gaya Xi Jinping Dijuluki Pejuang Serigala, Pejabat Tiongkok Bangga

Published

on

Kabarpolitik.com – Gaya kepemimpinan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijuluki sebagai ‘Pejuang Serigala’. Hal itu diungkap oleh Duta Besar Tiongkok untuk Prancis, Lu Shaye. Dia mengatakan sebuah kebanggaan negara dan pemimpinnya dijuluki dengan gelar ‘Pejuang Serigala’ oleh media asing.

Dengan begitu negaranya bertekad untuk menghalangi ‘anjing gila’ yang menyerang Tiongkok. Lu adalah diplomat Tiongkok pertama yang secara terbuka mendukung diplomasi pertahanan diri yang bertujuan untuk mempertahankan kepentingan dan citra nasional. Ini setelah media asing baru-baru ini mengisyaratkan Tiongkok mengubah gaya diplomatiknya saat ini.

“Prajurit serigala adalah bentuk pujian di Tiongkok, yang melambangkan pejuang yang berjuang untuk negara mereka,” kata Duta Besar Lu saat diwawancarai oleh surat kabar Prancis L’Opinion.

Baca juga: Warga Tibet Fanatik terhadap Xi Jinping dan Berjanji untuk Setia

Atas julukan ‘prajurit serigala’, Lu mengatakan itu untuk orang-orang yang menuduh diplomasi Tiongkok adalah pengecut. Menurutnya Tiongkok tidak pernah menjadi agresor, namun pada tahun lalu, telah dikritik di berbagai bidang.

“Apakah kita tidak memiliki hak untuk melawan dan membela diri? Ini tidak adil,” tegasnya.

Baca juga: Intip Masa Kecil Xi Jinping, Biasa Hidup Hemat dan Gemar Main Skating

Pernyataan Lu dibuat setelah banyak media asing salah menafsirkan pesan Presiden Xi Jinping yang disampaikan pada 31 Mei lalu, di mana dia menganjurkan untuk menumbuhkan citra Tiongkok yang dapat dipercaya, dicintai, dan terhormat. Direktur institut urusan internasional di Universitas Renmin Tiongkok di Beijing Wang Yiwei mengatakan menjadi defensif dan tegas dalam masyarakat internasional tidak bertentangan untuk menjadi terhormat.

“Kita harus berdiri teguh dan membela diri bila perlu,” kata Wang Yiwei.

Profesor itu mengatakan bahwa menyebut diplomasi Tiongkok sebagai etos ‘pejuang serigala’ mencerminkan superioritas, merendahkan, arogansi, dan sentralisme Barat. Menurutnya Barat terbiasa menyerang dan menuduh orang lain, dan tidak pernah membayar harganya atau melakukan serangan balik.

Lu mengatakan bahwa sebenarnya, ‘pejuang serigala’ adalah istilah positif di Tiongkok. Hal itu, mengacu pada pejuang yang berjuang untuk negara mereka.

“Kami adalah pejuang yang berdiri di depan tanah air dan berjuang untuknya, dan kami ingin menghalangi jalan ‘anjing gila’ yang menyerang Tiongkok,” tegas Lu.

(jp)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *