Connect with us

Internasional

Ingin Kembali Berkuasa di Malaysia, Muhyiddin Harus Cari Koalisi Baru

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com – Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin harus mencari koalisi baru jika ingin kembali berkuasa. Sebab, UMNO memilih untuk tak lagi berkoalisi dengan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang digawangi Muhyiddin. UMNO selama ini menjadi partai terbesar di koalisi Perikatan Nasional (PN) yang kini memerintah Malaysia.

Sekjen Bersatu Hamzah Zainudin menjelaskan, Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi sudah menulis surat kepada Muhyiddin 26 Februari lalu. Isinya bahwa kesepakatan mereka untuk berkoalisi akan berakhir begitu parlemen dibubarkan.

Saat ini Malaysia berstatus darurat nasional untuk mengatasi Covid-19. Muhyiddin telah mengusulkan kepada Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilu begitu status darurat usai. Perkiraan pemilu digelar pada Agustus nanti.

”Sikap Bersatu akan diputuskan pada rapat Dewan Tertinggi malam ini (kemarin malam, Red),” ujar anggota Bersatu sekaligus Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Hamzah seperti dikutip The Straits Times.

Sekjen UMNO Ahmad Maslan menegaskan, sikap partai itu adalah respons ultimatum Muhyiddin di pertemuan 15 Februari lalu. Saat itu PM ke-8 Malaysia tersebut meminta UMNO menegaskan sikapnya atas kerja sama dengan Bersatu sebelum negosiasi kursi untuk pemilu ke-15 nanti. Pada 19 Februari, dewan tertinggi UMNO bertemu untuk mendiskusikan hal itu. Hasilnya, UMNO memilih berpisah.

UMNO setuju mendukung Muhyiddin sebagai PM setahun lalu ketika koalisi Pakatan Harapan (PH) runtuh. Namun, ada perpecahan di tubuh UMNO. Sebagian ingin tetap bersama koalisi PN, tapi faksi yang dipimpin Zahid dan mantan PM Najib Razak ingin berpisah.

Muhyiddin diprediksi sulit untuk berkuasa sekali lagi. Kini ada tiga koalisi yang akan bertarung. Yaitu, Barisan Nasional (BN), PH, dan PN. UMNO adalah partai terbesar di BN, sedangkan Partai Keadilan Rakyat (PKR) menjadi yang terbesar di PH dan Bersatu di PN.

Jika koalisi PN pecah, Presiden PKR Anwar Ibrahim bisa memiliki kesempatan sama besar dengan Muhyiddin sebagai calon PM. Dalam beberapa analisis, tidak ada kelompok yang dominan di tiga koalisi itu.

(jp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *