Connect with us

Pemerintahan

Kunjungi Posyandu Kenanga, Wapres Pastikan Deteksi Dini dan Penanganan Stunting Berjalan Baik

Published

on

Banjarbaru, Kabarpolitik.com – Usai meresmikan OPOP Kalimantan Selatan Expo 2022, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dan Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin meninjau Posyandu Kenanga, di Jalan Gotong Royong, RT 02 RW 04, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kamis (11/08/2022).

Di lokasi tersebut, Wapres dan Ibu Wury memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Posyandu berjalan secara aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya, terutama dalam melakukan deteksi dini dan penanganan Balita stunting.

Selain itu, Wapres selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat juga memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mempercepat penurunan stunting.

Momen kunjungan Wapres dan Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin ke Posyandu pada Agustus ini juga bertepatan dengan momen Bulan Timbang, Ukur, dan Pemberian Vitamin A di Posyandu. Untuk diketahui, penimbangan dan pengukuran merupakan salah satu upaya penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak terutama Balita, sebagai upaya deteksi dini stunting. Selain itu, bulan Agustus juga merupakan Pekan ASI se-Dunia yang berlangsung pada 1 -7 Agustus setiap tahunnya.

Dialog di Posyandu Kenanga

Dalam kunjungan kali ini, Wapres dan Ibu Wury dengan didampingi petugas kesehatan di Posyandu Kenanga meneteskan vitamin A pada salah seorang bayi yang berkunjung ke Posyandu bersama orang tuanya.

Setelahnya, Wapres dan Ibu Wury juga melakukan dialog dengan para kader Posyandu, petugas kesehatan, guru PAUD, serta masyarakat pengunjung Posyandu.

Wapres pun memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir untuk berkomitmen bersama pemerintah menurunkan prevalensi stunting sesuai target dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

“Ini untuk kita punya target [penurunan prevalensi stunting] 2024 itu 14 persen. Tadi saya tanya Pak Gubernur di Kalimantan Selatan [prevalensinya] masih di atas 20 [persen]. Di kota sini 18-19 persen. Jadi berapa persen supaya jadi 14 persen? 5 persen di 2024. Siap?” tanya Wapres.

“Siap!” jawab seluruh peserta yang hadir dengan semangat

“Ayo kita berjuang. Bismillah harus bisa, pasti bisa, semangat!” seru Wapres.

Mengakhiri kunjungannya di Posyandu, Wapres kembali mengimbau para pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan agar penanganan penurunan prevalensi stunting dilakukan secara bersama-sama.

“Ini semua harus dilakukan secara gotong royong, kerja sama, dan saling memperkuat. Pemerintah tidak mungkin melakukan penurunan stunting sendirian. Oleh karena itu, saya minta perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi keagamaan, media, dan sektor swasta melalui CSR (tanggungjawab sosial perusahaan) untuk memberikan dukungan konkret dalam upaya percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor: KEP.101/M.PPN/HK/06/2022 tentang Penetapan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2023, Provinsi Kalimantan Selatan termasuk dalam 12 provinsi prioritas penurunan prevalensi stunting. Berdasarkan data SSGI 2021, prevalensi stunting Provinsi Kalimantan Selatan berada pada 30,0 persen, di atas angka nasional yaitu 24,4 persen. (NN/SK- BPMI, Setwapres)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *