Connect with us

Politik

Menperin Agus: Industri Komponen Elektronik Indonesia Tembus Pasar Global

Published

on

Kabarpolitik.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan tekadnya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, guna mempertahankan dan meningkatkan kinerja industri manufaktur dalam negeri.

Sehingga industri bisa semakin berekspansi dan dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Momentum ekspansi industri manufaktur Indonesia ditunjukkan dengan kepercayaan diri para investor dalam melakukan penambahan terhadap penanaman modal di Indonesia,” kata Menperin Agus Gumiwang, seperti dikutip melalui berita pada salah satu media online, Kamis (10/6/2021).

Menperin menyebut investor di industri komponen elektronik seperti PT Haeng Sung Raya Indonesia (Haeng Sung) yang memproduksi Printed Circuit Board Assembly (PCBA) dan harness, memperkuat posisi dengan kembali menambah investasinya di Cibitung sebesar USD10 juta.

“Pemerintah akan mendorong pengembangan industri komponen elektronika, dengan memperkuat struktur manufakturnya melalui peningkatan investasi dan menjalankan kebijakan substitusi impor,” ucap Agus Gumiwang.

Di masa pandemi terjadi gangguan rantai pasok global yang menyebabkan terhambatnya pengiriman komponen sehingga menghambat proses produksi.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya kemandirian industri di dalam negeri yang juga mirip dengan program substitusi impor 35% pada tahun 2022,” jelas Menperin.

Haeng Sung, menurut data Kemenperin, saat ini pengalaman sebanyak 800 orang, memiliki kapasitas produksi PCBA sebesar 120 juta unit dan harness hingga 12 juta unit.

Komponen elektronika tersebut digunakan oleh perusahaan pembuatan produk hilir seperti televisi, audio video, kulkas, dan mesin cuci.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menyampaikan pentingnya kesiapan komponen industri dalam negeri, guna meningkatkan daya saing industri turunannya baik di pasar dalam maupun luar negeri.

“Untuk mendukung ketersediaan komponen industri, Pemerintah terus berupaya dengan menerapkan kebijakan-kebijakan seperti pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ataupun insentif-insentif penanaman modal seperti tax holiday dan tax allowance,” papar Taufiek.

Pada tahun 2020, dalam masa pandemi, Haeng Sung berhasil mencatat nilai ekspor hingga USD21 juta dan nilai ini diperkirakan meningkat pada tahun 2021, di mana hingga bulan Mei sudah mencapai USD13 juta.

Komponen yang diproduksi di dalam negeri ini sudah berhasil tembus pasar ekspor ke berbagai negara seperti India, Turki, Polandia, Rusia, Mexico, Korea Selatan, dan Vietnam.

Karakteristik industri komponen elektronika yang membutuhkan jumlah produksi yang tinggi untuk mencapai skala ekonomi, mengharuskan komponen industri untuk menyasar pasar ekspor.

Menperin menyebut industri komponen elektronik lannya yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi di kawasan Asia Tenggara dan kemudian mengekspor hasil produksinya ke berbagai negara.

Contohnya, PT Pampas-Nextron Teknologi Indonesia yang kembali melakukan ekspor sebanyak 40.400 unit set top box ke Brasil atau setara dengan nilai USD590,800 pada April 2021 lalu.

Produsen set top box yang berlokasi di Cikarang tersebut berhasil memasarkan produk ke berbagai negara di Kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.

Total ekspor dari seluruh produk PT Pampas-Nextron Teknologi Indonesia pada periode menembus USD3,15 juta pada periode Januari-Mei 2021.

.

(GI/KP/fid)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *