Connect with us

Nasional

Sikap Ahok Bisa Mengganggu Posisi Pertamina di Pasar Global

Fikri

Published

on

Kabarpolitik.com — Anggota Komisi VII DPR RI, HM Ridwan Hisjam, menilai, pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di YouTube POIN justru membuka kegagalannya sendiri.

Karena UU tentang Perseroan Terbatas menyebutkan bahwa komisaris dan direksi memiliki tanggung jawab yang sama terhadap perusahaan.

“Sama artinya dia mengkritik diri sendiri dan membuka kegagalan sendiri. Karena sebagai komisaris utama, seharusnya dia ikut bertanggung jawab. Kenapa malah bikin kritik macam-macam. Atau, jangan-jangan Ahok tidak tahu UU-nya itu?” tanya Ridwan.

Ridwan mengingatkan, bahwa Ahok juga turut mengesahkan rencana program dan anggaran Pertamina 2020. Dengan demikian, ketika misalnya Pertamina merugi pada semester pertama 2020, Ahok harusnya juga ikut bertanggung jawab. Sebab, Ahok sudah menjabat sebelum kerugian terjadi.

Terkait tanggung jawab yang sama antara komisaris dan direksi, Ridwan menyebut, jika Komisaris sudah diberhentikan, maka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), harus diberikan hak untuk melepaskan tanggung jawabnya.

Karena jika tidak dilepaskan haknya, dan ternyata terdapat masalah, komisaris bisa terkena pidana. “Itu bukti dari UU yang menyatakan bahwa Komisaris dan Direksi mempunyai tanggung jawab yang sama,” jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, sikap Ahok yang kurang beretika tersebut bisa mengganggu posisi Pertamina di pasar global.

“Padahal Pertamina banyak berhubungan dengan multi international company. Pertamina juga mengeluarkan bond yang dijual di internasional. Sebagai anggota dewan, saya mendukung perubahan. Tetapi saya kurang setuju dengan etikanya,” lanjutnya.

(Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *