Connect with us

Internasional

Terbuka untuk Kerja Sama, AS Tetap Anggap Tiongkok Sebagai Pesaing

Published

on

Kabarpolitik.com – Amerika Serikat mulai membuka diri untuk bersedia bekerja sama dengan Tiongkok disertai paradigma kehidupan yang lebih sejalan. Hal itu diungkapkan oleh anak buah Presiden AS Joe Biden, Kurt Campbell yang menjabat sebagai Koordinator Indo-Pasifik Dewan Keamanan Nasional AS.

Kurt Campbell mengatakan Amerika Serikat dan Tiongkok harus menemukan landasan bersama untuk bekerja sama sambil hidup berdampingan dalam paradigma persaingan yang baru. Berbicara pada konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Center for a New American Security (CNAS), dia mengisyaratkan beberapa tantangan pemerintah AS saat menjalin kerja sama dengan pemerintah Tiongkok.

“Kami semakin percaya bahwa apa yang telah dilakukan Presiden Xi Jinping telah mengambil langkah-langkah untuk menempatkannya sebagai tokoh kepemimpinan sentral di Tiongkok yang membuat semua keputusan,” kata Campbell.

Baca juga: Xi Jinping Berambisi Tiongkok Miliki Citra Sebagai Negara Terhormat

Baca juga: Intip Masa Kecil Xi Jinping, Biasa Hidup Hemat dan Gemar Main Skating

“Ada sekelompok kecil orang yang bekerja dengan Presiden Xi dalam pengambilan keputusan itu, dan selalu menjadi pertanyaan apakah Anda dapat memengaruhi masukan yang diterima Presiden Xi saat Tiongkok membuat kalibrasi tentang pendekatan terbaik ke dalam politik global,” imbuhnya.

Menurut Campbell, Xi sekarang tidak lagi menjadi bagian dari tim pemimpin yang terhubung di tingkat pemerintahan tertinggi di Beijing. Mengomentari tekanan balik yang diterima dari kebijakan Tiongkok dari seluruh komunitas internasional, Campbell mengatakan setiap berinteraksi secara pribadi. Dia menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang ketegasan Tiongkok meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Vaksin Terlambat, Bos Sinovac Kecam Presiden Brasil yang Anti-Tiongkok

“Tetapi pertanyaannya adalah, langkah-langkah yang diambil Xi merusak kekuatan lunak Tiongkok. Itu adalah pertanyaan yang tidak dapat kami jawab, tetapi saya hanya akan mengatakan selama satu atau dua tahun terakhir, negara yang paling banyak membuat masalah bagi Tiongkok bukanlah Amerika Serikat, tetapi Tiongkok sendiri,” tukasnya.

Tiongkok disebut enggan untuk lebih terbuka soal Selat Taiwan dan Timur serta Laut China Selatan. Dia menekankan pentingnya membangun rasa saling percaya antara kedua negara. Campbell mengatakan tantangan modern menuntut agar AS terlibat dan bersaing dengan Tiongkok pada saat yang bersamaan.

“Kami sepenuhnya percaya bahkan dalam persaingan pun, tetap ada arena kerja sama,” tambah Campbell, merujuk pada isu-isu kebijakan global seperti perubahan iklim dan perjanjian nonproliferasi nuklir.

(jp)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *