Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] Video Seorang Kakek Ditahan Karena Tidak Memakai Masker Setelah Vaksinasi

kabarpolitik.com

Published

on

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

Faktanya, kakek berusia 92 tahun itu ditahan Polisi Metropolitan London karena melanggar pembatasan COVID-19 saat demo mendukung pendiri Wikileaks di luar pengadilan London pada 6 Januari 2021, bukan karena tidak memakai masker setelah vaksinasi.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====
Kategori: Konten yang Salah

====

Sumber: Instagram

https://perma.cc/U6NL-STGA

====

Narasi:

“UK 🇬🇧 First it was 2 weeks to flatten the curve, then wear a mask to save Grandpa, then wait till the vaccine, well now all of a sudden Grandpa is Vaccinated and getting arrested for not wearing a mask. This was never about a virus, time to RISE👊”

“UK 🇬🇧 Mula-mula 2 minggu meratakan lekukannya, lalu pakai masker untuk menyelamatkan Kakek, lalu tunggu sampai vaksin, nah sekarang tiba-tiba Kakek divaksinasi dan ditangkap karena tidak memakai masker. Ini bukan tentang virus, waktunya BANGKIT👊”

====

Penjelasan:

Akun Instagram (@riseupmelbourne) mengunggah video dengan narasi bahwa seorang kakek dalam video tersebut ditangkap oleh polisi karena tidak memakai masker setelah vaksinasi. Video itu telah ditonton sebanyak 4,118 kali.

Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan video yang sama diunggah ke YouTube oleh akun Storyful Rights Management pada 6 Januari 2021 dengan judul “Police Arrest Elderly Man as Julian Assange is Denied Bail in London”. Dalam keterangannya, Storyful Rights Management menjelaskan bahwa video tersebut terekam saat demo mendukung pendiri Wikileaks Julian Assange yang jaminannya ditolak di luar pengadilan London pada 6 Januari 2021. Seorang pria tua berusia 92 tahun yang bernama Eric Levy bersama dengan 6 orang lainnya ditahan karena polisi Metropolitan London karena melanggar aturan pembatasan Covid-19.

“Mereka dipertimbangkan untuk pemberitahuan hukuman tetap dan diperintahkan untuk meninggalkan daerah itu,” ungkap polisi.

Melalui akun Twitter resmi @metpoliceuk, polisi Metropolitan London menangkap 21 orang demo, 7 di antaranya mendapat pemberitahuan terkait hukuman yang akan didapat dan kemudian diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

“We have made 21 arrests after a protest in Parliament Square today. Separately, seven people were detained and later handed a fixed penalty notice following a small gathering outside Westminster Magistrates’ Court. They were then instructed to go home,” tulis @metpoliceuk pada 6 Januari 2021.

Dari berbagai fakta yang telah dijabarkan, unggahan akun Instagram (@riseupmelbourne) dapat dikategorikan sebagai konten yang salah.

====

Referensi:

Editor: Bentang Febrylian

//platform.twitter.com/widgets.js

Sumber: turnbackhoax.id

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *