Connect with us

Politik

RUU SDI Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data

Published

on

Disetujui di Tingkat I, RUU SDI Siap Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Martin Manurung mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik DPR RI maupun pemerintah, yang telah menghasilkan keputusan terkait Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia (RUU SDI). Menurutnya, keberadaan UU SDI menjadi langkah penting untuk memastikan data antarkementerian dan lembaga dapat diakses, diamankan, serta dibagipakaikan untuk mendukung penyusunan kebijakan.

“Tentu kita mengapresiasi kerja sama dari seluruh pihak, baik itu fraksi-fraksi yang ada di DPR, khususnya di Badan Legislasi, juga dari pemerintah yang bisa menghasilkan satu keputusan. Karena memang RUU Satu Data Indonesia ini melibatkan seluruh kementerian dan lembaga sebagai wali data,” ujar Martin usai rapat kerja Baleg DPR RI dengan Pemerintah terkait pengambilan keputusan Tingkat I atas pembahasan RUU Satu Data Indonesia di ruang rapat Baleg DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dijelaskan Martin, selama ini masih ditemukan persoalan terkait akses, keamanan, hingga pemanfaatan data antarlembaga. Padahal, data yang dimiliki satu kementerian atau lembaga dapat menjadi informasi penting bagi kementerian dan lembaga lainnya dalam menyusun kebijakan.

“Jadi kita sudah menyaksikan kondisi negara kita di mana sering data itu sulit untuk bisa diakses, diamankan, lalu kemudian dibagi pakai. Bagi pakai (data) ini penting. Sehingga data di satu kementerian dan lembaga itu bisa menjadi informasi bagi kementerian dan lembaga yang lain ketika menyusun kebijakan. Jadi sesimpel itu sebenarnya,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Martin menambahkan, UU SDI juga akan mengatur adanya satu penyelenggara yang nantinya ditentukan oleh Presiden untuk melakukan koordinasi dan orkestrasi dalam pelaksanaan Satu Data Indonesia. Penyelenggara tersebut diharapkan dapat memastikan proses berbagi pakai data berjalan dalam satu sistem.

Advertisement

“Lalu juga ada satu penyelenggara yang nanti akan ditentukan oleh Presiden. Ini yang tugasnya melakukan koordinasi bagi pakai data dan segala macam yang tadi saya terangkan agar bisa berlangsung dengan baik dalam satu sistem yang disebut dengan Sistem Satu Data Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan Satu Data Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Hal itu karena pemerintah memiliki single source of truth atau satu sumber kebenaran data yang dapat dijadikan rujukan bersama.

“Ke depan kita berharap kebijakan-kebijakan itu, pertama dari sisi perencanaan. Perencanaan akan lebih baik karena ada single source of truth, satu sumber kebenaran dari data yang akan dipakai,” katanya.

Ia mencontohkan, target pertumbuhan ekonomi, termasuk target konsumsi, investasi, belanja pemerintah, hingga ekspor, membutuhkan dukungan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi kalau mau mengejar pertumbuhan ekonomi katakanlah 8 persen. Berapa sebenarnya target kita untuk konsumsi? Berapa target kita untuk investasi? Berapa target kita untuk pengeluaran pemerintah? Berapa target kita untuk ekspor? Dan lain sebagainya. Nah, itu semua kan harus diperoleh dari data yang valid,” paparnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Martin menyoroti pentingnya integrasi data dalam penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, salah satu persoalan yang selama ini kerap menimbulkan kontroversi adalah perbedaan data mengenai jumlah dan sasaran penerima bantuan.

“Misalnya tadi terkait dengan pengeluaran pemerintah itu salah satunya adalah bansos. Nah, bansos itu berapa besarnya? Sasarannya berapa orang? Nah, sasarannya berapa orang ini aja kita kan masih sering banyak kontroversi, kekeliruan,” ujarnya.

Karena itu, menurut Martin, lembaga yang nantinya ditunjuk Presiden sebagai penyelenggara Satu Data Indonesia, harus memiliki kewenangan untuk melakukan orkestrasi dan menjadi rujukan ketika terjadi perbedaan data antarlembaga.

“Kalau ada perbedaan-perbedaan data, referensi, dia akan mencari atau memutuskan mana yang menjadi pegangan. Itu nanti kan dari Presiden yang akan menentukan. Bisa satu lembaga tersendiri, bisa lembaga misalnya kalau terkait perencanaan pembangunan, misalnya Bappenas. Tetapi intinya ada satu unit kerja, satu lembaga yang melakukan koordinasi Satu Data Indonesia ini, yang bertanggung jawab sepenuhnya,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kekeringan Ancam 50 Ribu Hektare Sawah, Herry Dermawan Soroti Serapan Irigasi Kekeringan Ancam 50 Ribu Hektare Sawah, Herry Dermawan Soroti Serapan Irigasi
Politik1 jam ago

Kekeringan Ancam 50 Ribu Hektare Sawah, Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan Soroti Serapan Irigasi

Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan...

Kepentingan Nasional Harus Jadi Prioritas Utama dalam Pembahasan Sengketa Internasional Kepentingan Nasional Harus Jadi Prioritas Utama dalam Pembahasan Sengketa Internasional
Politik1 jam ago

Soedeson Tandra: Kepentingan Nasional Harus Jadi Prioritas Utama dalam Pembahasan Sengketa Internasional

Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra menegaskan bahwa setiap pembahasan terkait sengketa internasional dan mekanisme arbitrase harus menempatkan kepentingan...

RUU Perampasan Aset Harus Fokus Kembalikan Kerugian Negara dan Perjelas Kedudukan Hukum Pihak Ketiga RUU Perampasan Aset Harus Fokus Kembalikan Kerugian Negara dan Perjelas Kedudukan Hukum Pihak Ketiga
Politik1 jam ago

Ahmad Sahroni: RUU Perampasan Aset Harus Fokus Kembalikan Kerugian Negara dan Perjelas Kedudukan Hukum Pihak Ketiga

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan fokus utama pembahasan RUU tentang Perampasan Aset adalah mengoptimalkan pengembalian kerugian...

Charles Meikyansyah: Penguatan BPK Jangan Hambat Penegakan Hukum Charles Meikyansyah: Penguatan BPK Jangan Hambat Penegakan Hukum
Politik1 jam ago

Charles Meikyansyah: Penguatan BPK Jangan Hambat Penegakan Hukum

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansyah menanggapi gagasan calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Anis Fauzan yang ingin...

Annisa Mahesa Minta ‘Audit Impact’ BPK Punya Indikator Terukur Annisa Mahesa Minta ‘Audit Impact’ BPK Punya Indikator Terukur
Politik1 jam ago

Annisa Maharani Alzahra Mahesa Minta ‘Audit Impact’ BPK Punya Indikator Terukur

Anggota Komisi XI DPR RI Annisa Maharani Alzahra Mahesa menyoroti gagasan audit impact serta indikator Audit Impact Index yang dipaparkan...

Dorong BUMN Libatkan Jaksa Pengacara Negara Sejak Awal Sengketa Dorong BUMN Libatkan Jaksa Pengacara Negara Sejak Awal Sengketa
Politik1 jam ago

Safaruddin Dorong BUMN Libatkan Jaksa Pengacara Negara Sejak Awal Sengketa

Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin menekankan pentingnya keterlibatan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dan pengacara nasional sejak awal dalam penyusunan...

BKSAP DPR Dorong Mahasiswa Kenali Diplomasi Parlemen dan Peluang Global BKSAP DPR Dorong Mahasiswa Kenali Diplomasi Parlemen dan Peluang Global
Politik1 jam ago

BKSAP DPR RI Dorong Mahasiswa Kenali Diplomasi Parlemen dan Peluang Global

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh mendorong mahasiswa mengenal lebih jauh peran BKSAP sekaligus...

Komisi XI Tetapkan Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman sebagai Calon Anggota BPK Terpilih Komisi XI Tetapkan Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman sebagai Calon Anggota BPK Terpilih
Politik1 jam ago

Komisi XI DPR RI Tetapkan Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman sebagai Calon Anggota BPK Terpilih

Komisi XI DPR RI menyepakati dan menetapkan Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana dan Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman sebagai calon Anggota Badan...

Komisi IX dan Pemerintah Sepakati RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna Komisi IX dan Pemerintah Sepakati RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna
Politik2 jam ago

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna

Komisi IX DPR RI bersama pemerintah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam...

Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi
Politik2 jam ago

Syarif Fasha: Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi

Anggota BURT DPR RI Syarif Fasha menyoroti masih rendahnya jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) yang dinilai belum...