Internasional
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Isu penolakan kapal perang Iran dalam latihan maritim internasional di Indonesia kembali mencuat. Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 2025 saat ajang The Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali.
Menurut Siswanto, kala itu kapal perang Iran yang sebelumnya telah diundang untuk berpartisipasi justru ditolak masuk ke perairan Indonesia, meskipun sempat memperoleh izin awal.
“Iran sudah mengirim dua kapal perang menuju Indonesia, tetapi kemudian diminta berbalik arah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihak Iran, keputusan tersebut berkaitan dengan tekanan dari Amerika Serikat yang tidak menginginkan kehadiran kapal Iran dalam latihan militer tersebut.
Rentetan peristiwa itu, lanjut Siswanto, membentuk persepsi di Teheran bahwa Indonesia mulai bergeser dari prinsip politik luar negeri bebas aktif menuju orbit geopolitik Amerika Serikat.
“Bagi Iran, ini bukan sekadar teknis militer, tetapi menyangkut posisi politik Indonesia di panggung global,” kata dia.
Dampak dari persepsi tersebut disebut turut memengaruhi respons Iran terhadap tawaran Presiden Prabowo Subianto yang ingin berperan sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah.
Menurut Siswanto, Iran menjadi lebih berhati-hati dan tidak terlalu merespons inisiatif tersebut karena masih mengingat insiden penolakan kapal perang pada 2025.
Pernyataan ini disampaikan dalam program To The Point Aja yang ditayangkan kanal YouTube SINDOnews pada Kamis, 26 Maret 2026.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait dugaan adanya tekanan eksternal dalam keputusan tersebut maupun implikasinya terhadap hubungan bilateral Indonesia–Iran.


