Connect with us

Daerah

Benny Tatung Minta Pemerintah lakuakn Stabilisasi Harga Di Pasaran

Pagaralam – Anjloknya harga cabai dibeberapa daerah termasuk di Kota Pagaralam, mulai membuat petani cabai mulai resah, pasalnya pada pekan ini dikabarkan harga tersebut paling murah dalam beberapa tahun terakhir ini.

Informasi yang dihimpun saat ini, harga cabai ditingkat petani hanya Rp 12.000 perkilogram sedangkan harga dipasaran sekitar Rp 14.000 perkilogram, padahal sebelumnya mencapai Rp 30.000 sampai Rp 40.000 perkilogramnya bahkan pernah mencapai Rp 100.000.

Menanggapi anjloknya produk pertanian di Pagaralam, Benny Martha Benyamin Tatung, Caleg DPR RI Dapil Sumsel II mengatakan pemerintah harus segera melakukan normalisasi dan stabilisasi harga di pasaran, terutama untuk produk pertanian.

“Petani cabai Kota Pagaralam jelas merasakan dampaknya dengan kondisi harga cabai yang anjlok ini, mereka sangat dirugikan, karena tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Pemerintah harus segera mengambil langkah taktis mengatasi masalah ini” ungkapnya pada awak media, (6/2/2019).

Santoso, salah satu petani cabai di Kecamatan Dempo Kota Pagaralam menyesalkan anjloknya harga cabai di pasaran. “Kami jual hanya Rp12 ribu perkilogramnya. Itu jika agen mengambilnya langsung dilahan kita. Namun jika kita yang bawa ke pasar harganya hanya Rp13 ribu perkilonya. Padahal sebelumnya harga cabai ditingkat petani mencapai Rp30 ribu sampai Rp40 ribu pak, kondisi ini pasti membuat kita rugi,” katanya.

Ditempat yang sama, agen cabai dipasar Sub Agrobisnis Terminal Nendagung, Mawan (42) mengatakan, harga cabai turun karena tidak stabilnya harga seluruh komuditi pertanian. “Saat ini memang seluruh harga komuditi sayuran lagi tidak stabil. Bahkan saat ini juga hampir semua sayuran termasuk cabe sedang banjir dipasaran,” ujarnya.

Caleg dari Partai Golkar ini telah melakukan kunjungan ke sejunlah pasar di Pagaralam. Dirinya berharap pemerintah bisa megambil kebijakan yang pro pada petani kecil. Pasalnya Jika harga komuditi pertanian di Pagaralam anjlok maka masyarakat Pagaralam akan sangat merasakan dampaknya.

“Mayoritas penduduk Pagaralam merupakan petani. Murahnya harga komuditi pertanian akan berpengaruh pada semua perekonomian di Pagaralam. Jadi kita akan mendorong pemerintah agar mengeluarkan kebijakan yang pro pada petani kecil dan rakyat kecil sehingga harga komoditi pertanian yang merupakan hasil bumi petani Pagaralam bisa stabil dan masyarakat bisa hidup sejahtera,” tandasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *