Connect with us

Politik

Demokrat Beri Dispensasi Kader di Papua Dukung Jokowi

Published

on

Lambang Partai Demokrat/Medcom.id

Jakarta: Partai Demokrat memberikan dispensasi khusus untuk kader mereka di Papua yang memilih mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Mereka berbeda sikapdengan DPP Partai Demokrat yang megusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

“Memang Papua itu luar biasa ya. Di sana itu 92 persen (Jokowi) melawan 8 persen (Prabowo). Jadi kami memaklumi apa yang disampaikan Pak Lukas Enembe (Gubernur Papua),” kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, Kompleks Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 9 September 2018.

Partai Demokrat tak akan memberikan sanksi atas sikap Gubernur Papua yang juga Ketua DPD Demokrat Lukas Enembe. Sikap Lukas sudah sejalan dengan aspirasi mayoritas kader di sana.

“Oh tidak ada sanksi, tidak ada sanksi,” tegas Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan partainya memahami konsekuensi jika memaksakan kader di Papua mengikuti garis kebijakan partai. Pemaksaan akan berimbas pada suara Partai Demokrat saat pemilihan legislatif.

“Sehingga, kami tidak mau juga mengorbankan kader kami di sana yang nantinya jadi tidak dipilih rakyat pada saat pileg karena garis politiknya harus utuh. Jadi ada pengecualian,” ucap dia.

Lukas Enembe memilih mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Dia tak memedulikan keputusan politik Partai Demokrat, tempatnya bernaung, yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Sanksi silakan saja,” tegas Enembe usai pelantikan gubernur dan wakil gubernur di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 5 September 2018.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *