Connect with us

Politik

Dwita Ria Gunadi Soroti Kelangkaan Santan Kemasan dan Dampaknya pada Pasar

Published

on

Anggota Komisi IV DPR RI, Dwita Ria Gunadi, menyoroti kelangkaan santan kemasan yang terjadi di pasaran. Ia menyebutkan bahwa dominasi sejumlah pengusaha dalam perdagangan kelapa menyebabkan peredaran olahan kelapa terbatas.

“Di daerah pemilihan saya, masyarakat melaporkan perebutan kelapa meskipun produksi kelapa kita cukup banyak. Kelapa gelondongan langsung dikirim ke Jakarta dan dipilah-pilah untuk memenuhi permintaan ekspor,” ungkap Dwita, Jumat (21/2/2025).

Srikandi Gerindra itu menambahkan bahwa kelangkaan olahan kelapa sudah terlihat, salah satunya dengan hilangnya santan KARA di pasaran, sementara harga produk lainnya melonjak hampir dua kali lipat.

“Jika ada santan KARA, harganya jauh lebih mahal. Pemerintah harus memperhatikan siapa yang mendominasi ekspor kelapa. Jangan sampai semua kelapa kita diekspor, seperti kasus minyak goreng sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, meskipun ada teori abrasi pantai yang mempengaruhi produksi kelapa, harga santan yang dulu Rp3.500 per sachet kini mencapai Rp6.000. Kelapa bulat yang biasanya Rp10.000 kini sulit ditemukan.

Ria berencana membawa isu ini ke DPR, mengingat santan kelapa penting menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kita harus memastikan bahan pokok ini tersedia. Pemerintah harus mengevaluasi produksi kelapa dan meminta laporan dari dinas pertanian untuk kebijakan berbasis data,” ujarnya.

Selain itu, Ria juga mengunjungi Pasar Gede Solo dan menemukan bahwa pasar relatif sepi karena daya beli masyarakat menurun. Ia berharap Ramadan dapat menghidupkan sektor UMKM dan meningkatkan daya beli.

“Mudah-mudahan Ramadhan ini membawa gairah ekonomi dan lebih banyak produk UMKM siap saji muncul untuk mendongkrak aktivitas belanja,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *