Connect with us

Internasional

Larangan Ekstrem Australia ke Warganya di India Disebut Berbau Rasisme

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com – Australia tengah disorot. Negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Scott Morrison itu dituding tidak adil. Penyebabnya adalah aturan yang ditetapkan pemerintah mulai Senin (3/5). Warga Australia dan ekspatriat yang berada di India selama 14 hari terakhir dilarang pulang. Jika nekat kembali, mereka bisa didenda AUD 66.600 (Rp 742,7 juta) atau penjara 5 tahun atau kedua sanksi sekaligus.

”Kita seharusnya membantu warga Australia di India untuk pulang, bukan memenjarakan mereka,” ujar senator Matt Canavan seperti dikutip CNN. Ada sekitar 9 ribu warga Australia di India yang mendaftarkan diri untuk pulang. Canavan meminta pemerintah memperbaiki sistem karantinanya, bukannya melarang penduduk pulang.

Sejatinya mulai Selasa (27/4) pemerintah Australia sudah melarang penerbangan langsung dari India masuk. Dua pemain kriket asal Australia menyiasati kebijakan tersebut. Dari India, mereka terbang dulu ke Doha, Qatar, baru melanjutkan perjalanan ke Melbourne. Setelah tahu ada celah, kebijakan baru yang superketat itu muncul.

Baca juga: Australia Larang Kedatangan dari India, Pelanggar Hadapi Bui dan Denda

Baca juga: Ahli Australia Puji Sinovac Manjur Cegah Infeksi Covid-19 yang Berat

Kolumnis Andrew Bolt menyebut kebijakan pemerintah berbau rasisme. Menurut dia, keputusan itu didorong rasa takut, kebodohan, dan ketidakmampuan. Dia yakin kebijakan serupa tidak akan diberlakukan pada warga Australia berkulit putih yang melarikan diri dari pandemi di Inggris, misalnya. Sebelumnya, Komisi Hak Asasi Manusia Australia menegaskan bahwa itu adalah pelanggaran serius dan meminta senat untuk mempertimbangkan ulang.

”Keputusan itu diambil demi kepentingan kesehatan terbaik warga Australia,” kata Morrison kemarin. Dia menegaskan bahwa kebijakan itu diterapkan dengan bertanggung jawab untuk mengurangi tekanan pada sistem karantina di hotel.

Australia termasuk negara yang mampu mengendalikan pandemi Covid-19. Bahkan, karena angka penularannya minim, Selandia Baru mau memberlakukan travel bubble dengan negara tersebut bulan lalu. Australia biasanya langsung melakukan lockdown lokal jika ada peningkatan kasus sedikit saja.

(jp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *