Connect with us

Internasional

Korban Tewas Virus Corona Bertambah, Warga di China Mulai Bekerja

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com – Meski korban tewas akibat wabah virus corona bertambah, namun sejumlah warga di China mulai bekerja, Senin (10/2/2020).

Seperti diketahui, Pemerintah China sebelumnya menambah libur panjang Imlek untuk mencegah penularan virus corona. Beberapa kota menambah libur tiga hari, namun sebagian besar kota memperpanjang liburan hingga 10 Februari.

Dilansir dari AFP, jalanan di kota Beijing, Shanghai, dan selatan Guangzhou mulai ramai kendaraan. Transportasi umum di kota-kota itu mulai beroperasi pada awal pekan ini.

Sementara Reuters melaporkan, kereta bawah tanah di Beijing masih sepi penumpang. Seluruh warga di jalanan terlihat memakai masker, demi mencegah penularan virus corona.

Namun, pemandangan “kota hantu” masih terlihat di provinsi Hubei, terutama kota Wuhan, titik nol penyebaran virus corona. Jutaan orang di Hubei masih belum bekerja karena kota-kota masih diisolasi, transportasi umum sengaja dilumpuhkan.

Perusahaan-perusahaan memberikan opsi para pegawai untuk bekerja dari rumah.

Produsen mobil Volkswagen tidak membuka semua pabriknya di China pada Senin (10/2/2020). Beberapa pabrik VW masih akan menunda produksi hingga beberapa pekan ke depan. Sementara pabrik Toyota masih akan tutup hingga 16 Februari.

Pabrik-pabrik pembuat perangkat medis harus mulai beroperasi lagi, untuk menutupi kekurangan masker. Menurut Komisi Reformasi dan Perkembangan Nasional, sekitar 87 persen produksi masker di China akan mulai dilanjutkan.

Sekolah dan universitas di beberapa kota masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Di antaranya yang menerapkan kebijakan ini adalah provinsi Guangdong, Anhui, Zhejiang, Heilongjiang, Jiangsu, Shandong, Hebei, Jiangxi, dan Mongolia dalam.

Sebelumnya diberitakan, per Senin (10/2/2020) angka kematian akibat virus corona mencapai 908 orang dengan penderita lebih dari 40 ribu orang. Selain di China, penderita virus corona juga ditemukan di sekitar 26 negara.[ab]

Source

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *