Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] 5 Kecamatan di Lampung “Red Zone” COVID-19

kabarpolitik.com

Published

on

Pesan berantai
mengenai beberapa kecamatan di Lampung yang masuk ke dalam zona merah tidak
benar. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menegaskan bahwa
informasi dalam pesan berantai itu hoaks. “Jadi tidak pernah ada Dinkes Lampung
menyebarkan tabel itu. Saya juga kaget siapa yang mengeluarkan data tersebut,”
ujarnya.

========

Kategori : Misleading
Content/Konten Yang Menyesatkan

========

Sumber : Whatsapp

========

Narasi :

“Hati-hati lampung
sudah masuk zona merah”

=========

Penjelasan :

Beredar sebuah pesan
berantai melalui WhatsApp yang menyebutkan jika beberapa kecamatan di Lampung
telah masuk warning zone COVID-19.

Namun setelah
melakukan penelusuran informasi tersebut dibantah langsung oleh Kepala Dinas
Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, mengutip dari TribunLampung.co.id Reihana
menjelaskan jika informasi tersebut adalah hoaks. Dia juga mengatakan jika
tabel informasi warning zone tersebut bukan bersumber dari Tim Gugus Tugas
Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Lampung.

“Jadi tidak
pernah ada Diskes Lampung menyebarkan tabel itu. Saya juga kaget siapa yang
mengeluarkan data tersebut,” kata Reihana.

Selain itu Nasrul
selaku Humas Grab Lampung juga mengatakan jika data yang beredar tersebut tidak
benar.

“Data tersebut
bukan dari kami, di internal Grab Lampung tidak pernah mengeluarkan edaran
warning zone semacam itu,” ujar Nasrul mengutip dari kumparan.com

Nasrul juga
menambahkan baik pihak Grab Lampung maupun pusat tidak pernah mengeluarkan
edaran warning zone tersebut.

“Imbauannya
secara umum untuk pencegahan Covid-19, dan kami juga berkoordinasi dengan Dinas
Kesehatan Provinsi Lampung. Jadi kami juga tidak sembarangan mengeluarkan
imbauan. Kami mengimbau demi keamanan para driver saat mengantar makanan
ditarok di pagar agar tidak kontak langsung, kemudian untuk driver yang sakit
diimbau untuk beristirahat di rumah, disesuaikan dengan kondisi bisa sampai 14
hari,” jelasnya dikutip dari kumparan.com.

Reihana juga
menghibau warga agar tidak panik dan tidak langsung percaya pada sebuah
informasi.

“Harap
masyarakat mematuhi anjuran kebijakan pemerintah untuk melakukan self
monitoring dan self isolation. Jangan sampai kita seperti negara terjangkit
lainnya yang menyepelekan imbauan pemerintah. Jadi masyarakat harus tetap
waspada, tapi juga jangan panik, karena yang PDP belum tentu positif terinfeksi
virus Corona, dan tiga PDP di Lampung justru negatif corona,” ujar Reihana
melalui grup WhatsApp.

Berdasarkan penjelasan
mengenai informasi warning zone di Lampung yang dibantah langsung oleh Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, maka informasi tersebut masuk ke dalam Konten
Yang Menyesatkan atau Misleading Content.

======

Referensi :

https://lampung.tribunnews.com/2020/03/23/kadiskes-lampung-warning-zone-covid-19-yang-tersebar-di-medsos-hoaks

https://kumparan.com/lampunggeh/beredar-data-warning-zone-corona-mengatasnamakan-grab-grab-lampung-itu-hoaks-1t4iu8KC9B8

https://www.saibumi.com/artikel-100539-warning-zone-covid19-kota-bandar-lampung-ternyata-hoax.html

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-warning-zone-di-lampung-hoaks.html

https://www.lampost.co/berita-kadinkes-i-waring-zone-i-covid-19-di-lampung-hoaks.html

https://regional.kompas.com/read/2020/03/23/06525671/viral-5-kecamatan-di-lampung-red-zone-covid-19-dinkes-itu-hoaks

Sumber: turnbackhoax.id

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *