Connect with us

Internasional

Video…Masjid di Iran Disulap Jadi Pabrik, Pekerja Wanita Semangat Jahit Masker

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com – Republik Islam, Iran berpacu dengan waktu dalam memproduksi masker untuk digunakan segenap elemen masyarakat negara tersebut, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang kian meningkat.

Untuk memproduksi masker, Iran mengubah beberapa Masjid yang ada menjadi pabrik. Sementara penjahitnya adalah sukarelawan “perang”, wanita yang harus berhenti sementara memberikan pelayanan kemanusiaan kepada korban perang ke berbagai daerah.

Para pekerja wanita itu, nampak berbaris laiknya pekerja pabrik di sebuah masjid di Teheran yang diubah menjadi pabrik. Jumlah mereka sekira 15 orang. Dengan posisi siap di depan meja mesin jahit, mereka nampak bersemangat menghasilkan masker untuk perang melawan Covid-19 ini.

“Kelompok kami biasanya pergi ke medan perang setiap tahunnya untuk melayani pengunjung,” kata Fatemeh Saidi, wanita berusia 27 tahun yang terlibat dalam Basij dengan suaminya, mengatakan kepada AFP.

“Tahun ini, karena penyebaran coronavirus, perjalanan antar kota dilarang dan kami tidak dapat pergi ke sana (medan perang),” kata Saidi.

“Jadi, kami datang ke sini untuk melayani rekan-rekan kami. Kami sudah mengerjakan ini selama lebih dari sebulan,” tambahnya.

Saat menjahit, tim ini juga terdiri dari mereka yang bertugas memotong dan menyortir masker, yang ditempatkan dalam ember. Wanita lain melipat dan mengatur lembaran materi cetak saat diproduksi.

Di ruangan lain di tempat ibadah, para lelaki yang duduk di atas sajadah membuat sarung tangan plastik dengan alat penyegelan panas yang belum sempurna.

Ini adalah tugas yang mereka lihat sebagai peran mereka dalam upaya nasional untuk memerangi pandemi COVID-19, yang telah merenggut lebih dari 3.700 nyawa di Iran.

Media nasional dan asing diundang ke masjid Imamzadeh-Masum di distrik barat daya ibukota Iran tempat para wanita itu bekerja. “Kami mendistribusikan produk-produk ini ke rumah sakit dan daerah yang kekurangan di Teheran dan beberapa kota lain,” jelas Saidi.

“Situasi kami dua kali lipat sulit karena kami menghadapi sanksi dan virus korona,” kata Presiden Hassan Rouhani pada hari Senin, (6/4/2020) merujuk pada langkah-langkah hukuman yang telah diterapkan kembali AS terhadap Iran sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018.[asa]

Source

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *