Connect with us

Politik

Longki Djanggola Dampingi Warga Adukan Konflik Agraria dengan PT LTT ke ATR/BPN Sulteng

Published

on

Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, mendampingi perwakilan masyarakat dari Desa Minti Makmur dan Polanto Jaya, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, mengadukan konflik agraria dengan PT Lestari Tani Teladan (PT LTT) ke Kantor Wilayah ATR/BPN Sulawesi Tengah, Kamis (12/6/2025).

PT LTT merupakan bagian dari grup usaha PT Astra Agro Lestari (AAL). Pengaduan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan sebelumnya, termasuk di Rumah Aspirasi Longki Djanggola di Palu dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Donggala pada 2 Mei 2025 yang juga melibatkan Kantor Pertanahan Donggala.

Longki menyatakan, kehadiran warga eks-transmigrasi ini merupakan bentuk perjuangan mempertahankan hak atas tanah yang diklaim sebagai bagian dari Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

“Masyarakat menyampaikan bahwa sertifikat hak milik mereka diklaim masuk dalam area HGU perusahaan,” ujar Longki.

Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Gerindra, Andi Mangkona, yang turut mendampingi warga, mengungkapkan bahwa selain klaim lahan, warga juga mengalami intimidasi dan penggusuran paksa atas lahan seluas 40 hektar yang telah ditanami kakao, serta delapan bidang Tanah Kas Desa (TKD).

Advertisement

Padahal, warga memiliki dokumen legal berupa Peta Unit Pengusahaan Kawasan dan bukti penguasaan resmi transmigrasi, yang tidak diakui oleh PT LTT.

Kepala Desa Minti Makmur, Kasmuddin, menyebut konflik ini sudah berlangsung secara kronis dan sistemik. Kepala Desa Polanto Jaya, Sutiman, menambahkan bahwa PT LTT tidak transparan dalam menjelaskan status lahan yang disengketakan.

Menanggapi aduan tersebut, Kepala Kanwil ATR/BPN Sulteng, Muhammad Tansri, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dengan penelusuran dokumen dan verifikasi lapangan.

“Kami akan kaji secara menyeluruh agar ada penyelesaian yang sesuai aturan. Verifikasi akan melibatkan semua pihak, termasuk Dinas Transmigrasi,” ujarnya.

Longki Djanggola berharap Kanwil ATR/BPN dan Kantor Pertanahan Donggala segera turun ke lapangan untuk menemukan solusi konkrit.

Advertisement

Kepala Kantor Pertanahan Donggala, Rusli, menambahkan bahwa penyelesaian bisa dilakukan jika masyarakat dapat menunjukkan alas hak. Dalam kasus tertentu, perusahaan dapat melepaskan lahan dan menetapkan area tersebut sebagai enclave.

Menutup pertemuan, Longki menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara transparan, adil, dan menjunjung tinggi kepastian hukum bagi semua pihak.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...