Daerah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Khawatir Ada Sniper dari Hotel Pullman ke Gedung Sate
Published
5 bulan agoon
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kritik keras terkait kondisi tata ruang dan keamanan di kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat, khususnya di sekitar Gedung Sate. Ia menilai keberadaan bangunan hotel bertingkat tinggi di sekitar kawasan tersebut telah mengganggu aspek keamanan sekaligus melanggar prinsip penataan kawasan bersejarah.
Dalam pernyataannya, Dedi menyoroti potensi ancaman serius dari bangunan tinggi yang posisinya berhadapan langsung dengan Gedung Sate. Ia bahkan menyebut kemungkinan ancaman penembak jitu (sniper) sebagai ilustrasi lemahnya sistem keamanan akibat tata ruang yang tidak ideal.
“Sniper ada di Pullman membidik ke arah gedung sate itu sangat mudah. Sehingga saya lebih memilih tinggal di rumah saja daripada di gedung sate. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa ini menyalahi tata kota, kalau mau konsisten yang salah dalam tata kota dan melanggar undang-undang yang mengatur tentang kepurbakalaan atau gedung-gedung yang memiliki nilai heretis bahkan nilai keamanan. Justru hotel Pullman yang salah. Ya, tepuk tangan itu salah. Kesalahan terbesar. Kenapa? Di depan gedung sate ada bangunan hotel yang tingginya melebihi gedung sate. Dari sisi keamanan, gedung sate bukan gedung lagi yang aman. Kenapa? Sniper ada di Pullman membidik ke arah gedung sate itu sangat mudah. Sehingga saya lebih memilih tinggal di rumah saja daripada di gedung sate. Tidak aman! Ya sudahlah. Nah, jadi biar nembaknya. Kalau Pak Erwan ditembak dia kebal peluruh dijaga oleh Viking. Nah, jadi sebenarnya jujurlah di kita ini termasuk ini Pak Gedung Pakuan. Gedung pakuan juga salah. Itu di depannya ada hotel yang lebih tinggi dari gedung pakuan. Jadi kita ini kalau ngomong pertanyaannya baheula nu jelas salah di arantep itu problem kita gitu loh. Itu salah Pak. Sok ngomong dengan siapapun salah itu, Pak. Gitu. Dan yang paling menarik Pullman itu dibangun di atas tanah pemda Jawa Barat. Itu itulah anehnya kita,” ujarnya.
Menurut Dedi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Gedung Sate tidak lagi memiliki tingkat keamanan yang memadai sebagai pusat pemerintahan. Ia menilai keberadaan bangunan yang lebih tinggi di depannya membuat posisi gedung menjadi rentan secara strategis.
Dedi juga menegaskan bahwa rencana penataan ulang kawasan Gedung Sate bukan sekadar untuk estetika atau penyediaan ruang publik, melainkan juga untuk menjawab persoalan lalu lintas dan potensi kerawanan keamanan di pusat pemerintahan provinsi.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026), ia meluruskan persepsi publik terkait proyek yang selama ini disebut “plaza”. Ia menegaskan tidak ada pembangunan gedung baru, melainkan perluasan halaman Gedung Sate agar terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.
Penataan tersebut juga akan berdampak pada rekayasa lalu lintas di Jalan Diponegoro yang akan diubah menjadi melingkar ke arah utara. Skema ini dirancang agar aktivitas masyarakat, termasuk demonstrasi, tidak lagi mengganggu arus kendaraan seperti yang selama ini kerap terjadi hingga menyebabkan kemacetan.
Dengan konsep baru ini, masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi di depan Gedung Sate tanpa menghambat lalu lintas, karena kendaraan akan dialihkan memutar ke arah depan Hotel Pullman Bandung dan tidak lagi melintas langsung di depan gedung pemerintahan tersebut.
Dengan demikian, penataan kawasan Gedung Sate diproyeksikan tidak hanya memperindah dan memperluas ruang publik, tetapi juga memperlancar lalu lintas sekaligus menjawab tantangan keamanan dan penataan kawasan strategis di jantung pemerintahan Jawa Barat.
Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, salah satu tujuan penataan halaman Gedung Sate yaitu agar aktivitas masyarakat bisa berlangsung lebih leluasa dan lancar. Penataan tersebut juga akan memperlancar lalu lintas depan Gedung Sate atau Jalan Diponegoro.
Dedi mengatakan, selama ini, aktivitas seperti demonstrasi di depan Gedung Sate kerap mengganggu lalu lintas. Jalan Diponegoro harus ditutup saat terjadi demonstrasi sehingga mengakibatkan kemacetan.
Kondisi seperti itu tidak akan terjadi setelah penataan halaman Gedung Sate. Masyarakat tetap bisa menyuarakan aspirasinya di depan gedung pemerintahan Jawa Barat tersebut tanpa hambatan kendaraan.
Di sisi lain, lalu lintas pun tidak akan terganggu oleh aktivitas masyarakat di depan Gedung Sate karena akan dialihkan memutar ke depan Hotel Pullman. Kendaraan tidak dapat lagi melintas di depan Gedung Sate.
“Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate,” ujar KDM.
KDM memastikan, penataan halaman Gedung Sate tidak akan mengubah elemen penting yang sudah ada, termasuk batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum di area tersebut.
Penataan halaman Gedung Sate juga akan menambah estetika area tersebut. Tinggi halaman Gedung Sate akan dibuat sama dengan halaman Gasibu sehingga terlihat lebih menyatu.
“Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar,” kata KDM.
You may like
-
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
-
Reopening SHSD Grand Kamala Lagoon, Sambel Hejo Sambal Dadak Kembali Siap Layani Pelanggan
-
Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Komaruddin Hidayat: Peran Pers Tidak Boleh Direduksi hanya Sebatas “Pengutip”
Tinjau Huntap Pascabencana di Sumut, Wapres Pastikan Fasilitas Dasar dan Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
Menhan RI Terima Duta Besar Negara Qatar, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
Prioritaskan Keselamatan dan Mobilitas Masyarakat, Wapres Minta Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga Rampung Tepat Waktu
Tinjau Huntara di Tapsel, Wapres Minta Maaf kepada Warga dan Pastikan Pembangunan Huntap Dimulai Bulan Ini
Dalam Perjalanan Menuju Sabo Dam, Wapres Temui Warga Terdampak Yang Menyampaikan Aspirasi di Pinggir Jalan
Wapres Dorong Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumut
Pastikan Layanan Pendidikan Pascabencana Berjalan Optimal dan Fasilitas Belajar Mengajar Terpenuhi, Wapres Kunjungi SMAN 1 Barus
Eva Monalisa Dorong Dana Khusus untuk Pemulihan Destinasi Wisata Terdampak Bencana
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

