Hukum
Siapa Anom Widiyantoro? Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Selasa (28/7/2026) malam.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tersebut.
“Benar,” kata Fitroh, Rabu (29/7/2026).
Sampai saat ini, KPK belum mengungkap detail perkara yang menjerat Anom Widiyantoro. Lembaga antirasuah itu juga masih menutup rapat informasi mengenai barang bukti yang disita maupun jumlah orang yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
OTT yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pemalang itu kembali mengundang perhatian publik terhadap perjalanan karier Anom. Sebelum terpilih sebagai kepala daerah, ia lebih dahulu dikenal sebagai profesional yang berkarier selama puluhan tahun di sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Profil Anom Widiyantoro
Anom Widiyantoro lahir pada 20 Maret 1970 dan beragama Islam. Ia resmi menjabat sebagai Bupati Pemalang untuk periode 2025–2030 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Sebelum memasuki dunia politik, Anom membangun karier panjang di sektor korporasi, terutama di lingkungan BUMN. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal saat memimpin Kabupaten Pemalang.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan dasar Anom ditempuh di SD St. Yusuf Cimahi pada 1977–1983. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Cimahi (1983–1986) dan SMA Negeri 4 Bandung (1986–1989).
Usai menyelesaikan pendidikan menengah, Anom melanjutkan studi di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dan meraih gelar Sarjana Manajemen Keuangan pada 1996. Ia kemudian menempuh pendidikan Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, yang diselesaikan pada 2005.
Perjalanan Karier
Perjalanan profesional Anom dimulai di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Selama kurang lebih 25 tahun, sejak 1996 hingga 2021, ia menempati berbagai posisi penting, mulai dari expert staff, internal auditor, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi Departemen Luar Negeri, hingga general manager.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (HIPA) pada periode 2021–2024. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha BUMN yang bergerak di bidang perhotelan dan properti.
Pengalaman panjang di bidang keuangan, manajemen, serta pembangunan inilah yang kemudian mengantarkan Anom memutuskan terjun ke panggung politik.
Terpilih Memimpin Pemalang
Pada Pilkada Pemalang 2024, Anom Widiyantoro maju berpasangan dengan Nurkholes sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 278.043 suara atau 44,51 persen dari total suara sah.
Setelah ditetapkan sebagai pemenang, keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030. Selama memimpin daerah tersebut, Anom mengusung sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah masa kepemimpinannya, Anom kini harus menghadapi proses hukum setelah terjaring operasi tangkap tangan KPK. Hingga Rabu (29/7/2026), KPK masih belum membeberkan konstruksi perkara, dugaan tindak pidana korupsi yang diselidiki, maupun barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut.


