Connect with us

Nasional

Minta Aturan Usia CPNS Diubah, PGRI Surati Jokowi

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Atas desakan guru honorer Jawa Barat terkait revisi peraturan Menpan RB No 36 tahun 2018 tentang pembatasan usia CPNS, Dinas Pendidikan dan PGRI Jawa Barat mulai bergerak. Mereka bakal melayangkan surat usulan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, melalui PGRI, pihaknya sudah berupaya menyampaikan dan mengusulkan kepada presiden serta menteri agar merevisi ketentuan syarat batas usia mengikuti seleksi CPNS, atau minimal para honorer yang telah lama bertugas diberikan apresiasi.

“Sekarang perekrutan CPNS terbatas, usia di atas 35 tahun tidak bisa mendaftar, tapi mungkin hal ini perlu ada pengecualian. Mereka kan sudah mengabdi, bukan salah mereka juga, ini kan karena moratorium tahun 2011,” ungkap Dadi di Lembang, Rabu (19/9) sebagaimana dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup).

Terkait aksi mogok kerja yang terjadi di berbagai daerah, pihaknya menilai hal wajar dalam era demokrasi. Selama aksi ini dilakukan secara normatif dan tidak anarkis, pihaknya memberi apresiasi.

“Honorer boleh melakukan aksi, tapi jangan lupa terhadap kewajiban. Istilahnya jangan lupa diri, boleh haknya diperjuangkan, tapi kewajiban harus ditunaikan,” tuturnya.

Advertisement

Saat ini, jumlah guru PNS di wilayah Jabar mencapai sekitar 22.900 orang, tetapi jumlah tersebut dipastikan akan terus berkurang karena adanya guru yang masuk pensiun.

“Alhamduliah, pusat melaksanakan rekrutmen. Tentunya kami berterima kasih ke pusat yang akan melakukan pengangkatan setiap tahun,” kata

Namun dengan kuota kurang lebih 900 tenaga guru untuk provinsi, kata dia, jelas masih perlu penambahan, karena terdapat sekolah di pelosok yang guru PNS-nya merangkap sebagai kepala sekolah.

Untuk menambal kekurangan guru PNS tersebut, pihaknya telah merekrut sebanyak 22 ribu guru non PNS yang mengajar di SMA, SMK dan SLB Negeri yang menjadi kewenangan Disdik Jabar.

Diakuinya, dengan hadirnya guru non PNS sudah bisa membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun, persoalannya kini tinggal bagaimana memberikan apresiasi kepada guru non PNS karena telah berjasa dan menunjukan dedikasinya, sebab dengan hanya sekadar memberikan honor masih jauh dari kelayakan.

Advertisement

“Kami akan berusaha agar mereka mendapatkan tunjangan profesi guru, kalau untuk yayasan mudah, tapi untuk sekolah negeri terbentur Peraturan Pemerintah yang tidak boleh mengangkat tenaga honor di daerah. Caranya, kami akan memberikan surat keterangan bertugas, karena menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan surat keterangan saja sudah cukup,” terangnya.

Dengan surat keterangan tersebut, lanjut dia, guru yang bersangkutan bakal menerima Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai cara agar bisa mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).

Dengan mempunyai sertifikat sebagai guru, maka yang bersangkutan bisa mendapat tunjangan profesi guru yang pendapatannya nyaris sama dengan guru PNS.

“Lalu alternatif ke dua, pemerintah juga bisa mengangkat pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Gubernur sebagai pembina kepegawaian bisa melakukan mekanisme ini tapi harus seizin pemerintah pusat. Mekanisme ini sangat memungkinkan,” pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Advertisement

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BKSAP Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa BKSAP Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa
Politik22 jam ago

BKSAP DPR RI Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penyelesaian berbagai konflik global melalui dialog dan diplomasi dalam pertemuan Friendly Talk...

Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos Guna Bersaing Global Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos Guna Bersaing Global
Politik22 jam ago

Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Samuel Wattimena  menekankan pentingnya identitas masing-masing daerah, khususnya terkait pembuatan ulos, yaitu...

BURT DPR Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital BURT DPR Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital
Politik22 jam ago

BURT DPR RI Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital

Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau pelaksanaan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Utama (Jamkestama) di RSU Bogor Senior Hospital...

Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global
Politik22 jam ago

Syahrul Aidi Maazat: Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat  mendorong adanya pembentukan branding untuk potensi pariwisata di Kabupaten Toba....

Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi
Politik22 jam ago

Alex Indra Lukman: Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan tidak ragu dalam menindak...

Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
Politik22 jam ago

Mohammad Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, mengapresiasi langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan...

Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana
Politik22 jam ago

Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Segera Terbitkan Kredit UMKM Terdampak Bencana

Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menerbitkan kebijakan relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi...

Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan: Penegakan Hukum Harus Transparan Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan: Penegakan Hukum Harus Transparan
Politik22 jam ago

Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan Maharani: Penegakan Hukum Harus Transparan

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi perkembangan penanganan perkara dugaan kebakaran dan hutan (Karhutla) di mana Polri baru saja mengumumkan...

Pulihkan Hak Korban, UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong Pulihkan Hak Korban, UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong
Politik22 jam ago

Pulihkan Hak Korban, Habiburokhman: UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong

Komisi III menekankan harta pelaku tindak pidana kejahatan di sektor keuangan, mulai dari investasi bodong, trading saham dan komoditas fiktif,...

Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla
Politik22 jam ago

Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Sukanta: Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Singapura dalam penegakan hukum kebakaran hutan dan...