Connect with us

Daerah

Pilgub Kepri, Pengamat: Soerya-Iman dan Ansar-Suryani Tidak Berikan Deterrence Effect pada Lawan

Dinamika politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepulauan Riau (Kepri) kian memanas. Sejumlah kandidat Bakal Calon Gubernur terus bermanuver demi Kepri satu. Duet Soerya-Iman untuk Pilgub Kepri telah resmi mendapat restu dan rekomendasi dari Prabowo Subianto, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Berdasarkan pantauan awak media, Prabowo Subianto menyerahkan surat rekomendasi bernomor: 06-767/Rekom/ DPP-GERINDRA/2020 kepada pasangan Soerya Respationo-Iman Setiawan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (15/06) malam. Dalam surat rekomendasi yang ia teken langsung bersama Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani, Prabowo mengatakan, rekomendasi itu diberikan kepada Soerya-Iman berdasarkan hasil rapat seleksi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra di Ragunan, Jakarta Selatan.

“Saya dan pengurus DPP menyetujui dan merekomendasikan Dr. HM. Soerya Respationo, SH, MH, sebagai bakal calon Gubernur Kepri dan Iman Setiawan, SE, MM, sebagai bacalon Wakil Gubernur Kepri periode 2020-2024,” ujar Prabowo.

Diketahui Surya Respationo merupakan ketua DPD PDIP Kepri, sementara Iman Sutiawan merupakan ketua DPC Partai Gerindra Kota Batam. Meski kedua figur ini merupakan petinggi partai, namun bergabungnya mereka dipandang kurang memberikan deterrence effect. Hal itu diungkapkan Pengamat Politik Lembaga Survey Politik Indonesia (LSPI) Rachmayanti Kusumaningtias.

Rachmayanti menilai, duet Soerya-Iman kurang memberi efek gentar lantaran sosok Iman dipandang masih junior sekali. Iman kelasnya masih ketua partai tingkat kota dan dianggap belum memiliki popularitas yang tinggi di kalangan masyarakat. Rachayanti menyebut pasangan Soerya saat pilkada sebelumnya jauh sangar yakni Bupati Bintan saat itu dan Ketua Partai Golkar tingkat provinsi.

“Saya kira keputusan duet Soerya-Iman mengejutkan publik ya. Nampaknya publik tak menyangka bahwa kemudian Soerya berpasangan dengan Iman yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Batam. Memang sebelumnya figur sekelas Syahrul yang merupakan walikota petahana dan ketua partai tingkat provinsi yang dianggap sepadan mendampingi Soerya. Jadi memang ini tidak segreget dulu waktu pasangan dengan Ansar atau saat tencana berpasangan dengan Almarhum Syahrul. Jadi ini tidak memberikan efek gentar pada lawan,” ungkap Rachma melalui pesan tertulis, Selasa, (16/06).

Rachma juga menyebut jika Pilgub Kepri diikuti oleh tiga pasangan calon, dapat diprediksi petahana akan lebih mudah memenangkan kontestasi. Hal ini menurut Rachma lantaran popularitas dan elektabilitas Isdianto sebagai petahana semakin meroket terutama selama beberapa pekan mengurus pandemi Covid-19.

Kabar terbaru menyebutkan Golkar dan PKS tengah melakukan penjajakan duet Ansar-Suryani untuk berlaga di Pilkada Kepri. Rachma menilai, duet itu juga bukan duet maut. Sama tidak memberi efek gentar atau detterance effect. Itu sama saja pasangan lama pecah jadi dua pasangan, jadi kekuatan lama dimana saat Soerya dan Ansar berduet dibelah jadi dua kekuatan. “Jadi jika yang muncul ada tiga pasangan calon dan dua pasangan merupakan pecahan dari pasangan lama, jelas akan menguntungkan petahana. Sederhananya begini, saat dua kekuatan itu bersatu saja mereka kalah, bagaimana sekarang saat mereka pecah dan bertarung memperebutkan suara. Intinya kalau Isdianto mampu memanfaatkan situasi ini tentu bisa menang. Dia petahana, dia berkuasa dan dia punya basis pendukung militan lama yaikni pendukung kakaknya Gubernur Muhammad Sani, pemenang pilkada periode lalu,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *