Connect with us

Pemerintahan

Puji Kesuksesan Asian Games, Presiden Moon juga Apresiasi Kiprah Indonesia soal Semenanjung Korea

Published

on

Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae-in berjabat tangan usai konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Senin (10/9). (Foto: Humas/Rahmat).

Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae-in berjabat tangan usai konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Senin (10/9). (Foto: Humas/Rahmat).

Presiden Republik Korea Moon Jae-in, di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Senin (10/9), menyambut baik kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama delegasi dan mengucapkan selamat atas kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018.

“Saya merasa gembira juga karena para atlet dan pengunjung dapat menikmati Asian Games dengan Era D (Disrupsi Teknologi) di Jakarta dan Teknologi 5 T yang dibangun oleh perusahaan Korea,” ujar Presiden Moon dalam konferensi pers seraya menyebut bahwa Asian Games 2018 telah meningkatkan rasa bangga sebagai bangsa Asia.

Setelah 10 bulan, Presiden Moon menyampaikan baru dapat kembali saling bertukar ucapan selamat atas 45 Tahun jalinan hubungan diplomatik antarkedua negara serta merasakan bersama persahabatan dan kepercayaan yang menjadi lebih mendalam.
“Kami menilai tinggi pengembangan hubungan antarkedua negara dan menyepakati akan memperluas lingkup dan tingkat kerja sama kedua negara pada masa yang akan datang,” ujar Presiden Moon seraya berujar ada kemajuan usai kesepakatan 27 November 2017.
Hal pertama, menurut Presiden Moon, kedua negara akan mengaktifkan terus pertukaran pejabat tingkat tinggi, termasuk pertemuan puncak dan perundingan kebijakan seperti pertahanan, maritim, dan perbankan agar masyarakat dapat merasakan hasil kerja sama itu.
“Saya akan mengecek hasil implementasinya secara lebih teliti dan mendorong agar lebih cepat dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Poin kedua, lanjut Presiden Moon, untuk merealisasikan kesejahteraan saling menolong dan menciptakan mesin pertumbuhan untuk masa depan, dan kedua pemimpin akan menggali proyek kerja sama kedua negara, lalu mendorong secara aktif hampir selama dua tahun terakhir jumlah perdagangan kedua negara bertambah.
“Untuk Semester I-2018 mencapai US$ 9,8 miliar. Seperti ini, kami kedua negara akan menambah jumlah perdagangan secara serius untuk mencapai target US$ 30 miliar sampai tahun 2022,” kata Presiden Moon sambil mencontohkan prioritas bidang seperti industri baja, petrokimia, dan otomotif.
“Korea akan berusaha untuk membangun infrastruktur di Indonesia dengan proyek pembangunan LRT, rel kereta api, dan kawasan stasiun, serta akan terus bekerja sama juga di bidang pengembangan energi ramah lingkungan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Cilegon,” ujarnya.
Kesepakatan lain, menurut Presiden Moon, kedua negara juga akan bekerja sama juga di bidang digital start up, yang menggunakan teknologi ICT, seperti 5G.
Kedua negara, sambung Presiden Korea Selatan, juga akan mengantisipasi bersama terhadap Revolusi Industri 4.0 dengan kerja sama perusahaan menengah (Usaha Kecil Menengah/UKM) kedua negara.
Young Leaders’ Dialogue dan Semenanjung Korea
Photo editing_Cloud20180910_44“Ketiga, kedua negara akan menambah pertukaran antarkedua negara serta berusaha bersama untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kami bersepakat untuk menyelenggarakan Young Leaders’ Dialogue,” ujar Presiden Moon.
Dalam kesempatan itu, Presiden Moon berharap dengan dialog ini, pemuda kedua negara yang penuh hasrat dan energi dapat menjadi lebih akrab.
Kedua negara, lanjut Presiden Moon, juga telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama di bidang manajemen SDM, legalitas pemerintahan yang transparans dan struktur pemerintahan yang efisien akan membuat kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Keempat, kedua negara akan bekerja sama secara erat untuk perdamaian dan kestabilan di Semenanjung Korea dan Asia Timur,” tutur Presiden Moon seraya menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas jasa untuk membangun perdamaian di Semenanjung Korea dengan mempertemukan pemimpin Korea Selatan dan Utara.
Kedua negara, sambung Presiden Moon, telah menjalin hubungan kerja sama strategis di bidang keamanan misalnya saat ini sedang membangun pesawat tempur masa depan dan kapal selam.
“Kedua negara akan memperkokoh kerja sama di bidang pertahanan dan industri pertahanan. Kedua negara mempunyai visi negara kuat, yaitu maritim,” ujar Presiden Moon.
Untuk merealisasikan visi tersebut, lanjut Presiden Moon, kedua negara akan memperkuat kerja sama di bidang maritim seperti manajemen limbah laut, pengembangan energi maritim, penanggulangan bersama atas kejahatan maritim internasional, dan lingkungan hidup maritim.
Presiden Jokowi, menurut Presiden Moon, juga telah memperhatikan pada kerja sama agar ASEAN dan Korea dapat membangun komunitas bersama yang berorientasi masyarakat.
“Indonesia adalah negara pertama yang saya kunjungi. Tujuan investasi pertama bagi Korea untuk bidang perhutanan, manufaktur, dan minyak bumi. Hari ini, kami telah melakukan upacara penyambutan resmi di Istana Korea,” tutur Presiden Moon seraya menyampaikan bahwa hal ini juga pertama kalinya dalam sejarah.
Untuk itu, dirinya ingin berjalan bersama Indonesia sampai tuntas secara baik.
“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo dan seluruh delegasi Indonesia. Terima kasih,” pungkas Presiden Moon akhiri pernyataan dalam konferensi pers bersama. (DNS/EN)
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...