Connect with us

Pemerintahan

Tarhib Ramadan 1445 H di Setwapres, Wapres Sampaikan Tiga Manfaat Ibadah Puasa

Published

on

Jakarta, Kabarpolitik.com – Bulan Suci Ramadan merupakan bulan mulia yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Sebab, di dalam bulan suci ini banyak manfaat yang dapat diraih oleh setiap individu yang menjalankannya, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun fisik.

“Pertama, manfaat kejiwaan atau spiritual (fa’idah ruhiyyah) dimana kita melakukan pembiasaan diri untuk bersikap sabar dan menahan hawa nafsu. Hal ini penting karena semua manusia mempunyai nafsu, dan nafsu akan membawa manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk (innannafsa la ammaratun bis su’). Keshalihan manusia, kebaikan manusia, tergantung dari kemampuannya untuk mengendalikan nafsu, dan puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk mengendalikannya,” imbuh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Tarhib Ramadan 1445 H/2024 M Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Auditorium Setwapres, Jl. Kebon Sirih, Nomor 14, Jakarta, Kamis (07/03/2024).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, selain sisi spiritual, Ramadan juga memiliki manfaat untuk lingkungan sosial.

“Kedua, manfaat sosial kemasyarakatan (fa’idah ijtima’iyyah) dimana kita melakukan pembiasaan diri untuk bersikap tertib, disiplin, dan setara dengan umat yang lain tanpa melihat status sosial masyarakat,” ungkap Wapres.

Melalui kesetaraan ini, tambah Wapres, maka manfaat Ramadan tidak hanya dirasakan umat Muslim saja, tapi juga oleh seluruh elemen masyarakat.

“ketiga, manfaat kesehatan (fa’idah shihhiyyah) di mana kita melakukan pembiasaan diri untuk membersihkan organ-organ pencernaan. Selain itu, Ramadan juga merupakan madrasah bagi umat Islam untuk melakukan tarbiyyatun nafs (pendidikan diri) dalam rangka tazkiyyatun nafs (penyucian jiwa) dan tashfiyatun nafs (pemurnian jiwa),” tutur Wapres.

Melalui tiga manfaat ini, Wapres pun mengajak kepada seluruh umat Islam dan peserta Tarhib Ramadan Setwapres untuk memanfaatkan seoptimal mungkin manfaat Ramadan melalui persiapan fisik dan mental yang baik, agar seluruh keberkahan dapat diraih dengan maksimal.

“Persiapan fisik maupun mental perlu dilakukan umat islam dalam menyambut bulan Ramadan, karena umat islam akan berpuasa dan mengoptimalkan ibadah kepada Allah SWT. Persiapan mental dilakukan dengan menyucikan niat bahwa ibadah kita semata-mata untuk menjadi insan yang bertakwa, la’allakum tattaqun,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman Setwapres, H. Robby Junia Prihana melaporkan serangkaian program Masjid Baiturrahman yang akan dilakukan selama Bulan Ramadan 1445 H. Ia pun mengajak seluruh pejabat/pegawai di lingkungan Setwapres untuk sama-sama memakmurkan masjid agar seluruh berkahnya dapat diraih bersama.

“Kita coba me-rebranding bagaimana program Dewan Kemakmuran Masjid dapat diterima oleh segala kalangan, mengkaji hal-hal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di tengah berbagai tantangan zaman. Kami mengajak kepada jemaah, untuk senantiasa memakmurkan masjid kita, baik di Ramadan maupun bulan-bulan setelahnya,” imbuh Robby.

Hadir dalam acara ini, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Pendiri Pondok Pesantren Al Jauhari Garut K.H. Jujun Junaedi, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden, Jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Sekretariat Wakil Presiden dan para pejabat/pegawai di lingkungan Setwapres, Kementerian Sekretariat Negara, dan Sekretariat Kabinet. (NN/RJP, rls)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *