Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] “Aceh Kembali Meminta Kemerdekaan Setelah Sholat Jumat di Masjid Raya Banda Aceh”

kabarpolitik.com

Published

on

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

Klaim yang salah. Peristiwa dalam video tersebut adalah peringatan milad GAM (Gerakan Aceh Merdeka) ke-44 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 4 Desember 2020. Tidak ada wacana sama sekali bahwa Aceh meminta kemerdekaan, para peserta milad hanya menyampaikan aspirasinya terkait perjanjian MoU (Memorandum of Understanding) Helsinki.

Selengkapnya baca di PENJELASAN dan REFERENSI.

====

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan

====

SUMBER: Facebook

http://archive.vn/UNWLQ

====

NARASI:

“Tentu negara ini ke depan akan berpisah semua dari NKRI👏👏”

(link video menuju YouTube dengan thumbnail “ACEH KEMBALI MEMINTA KEMERDEKAAN SETELAH SHOLAT JUMAAT DI MASJID RAYA BANDA ACEH JUM 4 DESEMBER”)

judul video: ACEH KEMBALI MEMINTA KEMERDEKAAN SETELAH SHOLAT JUMAAT DI MASJID RAYA BANDA ACEH

====

PENJELASAN:

Beredar postingan oleh akun Facebook bernama “Imbalo Helgha” dalam grup “BERITA PAPUA MERDEKA”. Postingan yang mendapat likes sebanyak 35 kali tersebut mentautkan sebuah link video menuju YouTube yang diklaim bahwa Aceh kembali meminta kemerdekaan. Terlihat suasana di dalam video memperlihatkan bendera GAM yang dikibarkan di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Terdengar dengan samar orasi dari beberapa orang yang hadir serta teriakan “merdeka”.

Setelah dilakukan penelusuran fakta, diketahui bahwa peristiwa dalam video tersebut adalah peringatan HUT GAM ke-44 yang diselenggarakan pada 4 Desember 2020, di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Dilansir dari inews.id, bendera bulan bintang sempat dikibarkan selama lebih dari 15 menit di depan Masjid Raya, hal ini sama seperti peletakkan bendera GAM pada video yang diposting oleh Imbalo Helgha (lihat pada durasi ke- 00:01:54 dan 00:03:10). Selain itu salah satu peserta juga melakukan orasi dan massa mantan kombatan sesekali meneriakkan “merdeka, merdeka” (lihat pada durasi ke- 00:06:08).

Dicatut dalam kompas.tv massa mantan kombatan GAM tampak mengibarkan bendera bulan bintang dan berikrar, mereka juga sempat berfoto bersama. Pasukan TNI dan Polri yang berjaga berdialog meminta kepada massa agar tidak mengibarkan bendera GAM dan sempat terlibat cekcok, bagian ini dapat dilihat di video pada durasi ke- 00:11:33 hingga 00:18:00.

Meski begitu, peserta yang mengikuti milad GAM pada 4 Desember 2020, di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, tidak mewacanakan atau meminta memisahkan diri dari NKRI.

Dikutip dari inews.id, Dandim 0101/BS Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti menyatakan, bahwa massa mengikuti acara milad ke-44 hanya ingin menyampaikan aspirasinya. Massa juga berikrar bahwa bendera bulan bintang bukanlah bendera separtis, Dandim langsung mengatakan bahwa tidak ada bendera lain yang dikibarkan selain bendera merah putih. Kemudian massa menuruti permintaan Letkol dan bersedia menurunkan bendera tersebut setelah beberapa menit.

“Mereka menyepakati untuk menurunkan bendera bulan bintang. Kita melihat mereka menurunkan benderanya. Mereka hanya menyampaikan aspirasi saja dan mengakui masih dalam naungan NKRI,” ungkap Letkol Inf Abdul Razak.

Diketahui bahwa para peserta ingin menyampaikan aspirasi terkait perjanjian MoU (Memorandum of Understanding) Helsinki serta meminta agar pemerintah pusat, dan pemerintah Aceh untuk memperjuangkan Aceh agar lebih maju.

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, postingan akun Imbalo Helgha yang mengklaim rakyat Aceh ingin membubarkan diri dari NKRI adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

====

REFERENSI:

https://regional.inews.id/berita/milad-ke-44-gam-bendera-bulan-bintang-dikibarkan-di-masjid-raya-baiturahman-banda-aceh/all

https://www.kompas.tv/article/128438/peringatan-milad-ke-44-gam-bulan-bintang-berkibar-di-masjid-raya-baiturrachman

====

Penulis: Ani Nur MR

Editor: Bentang Febrylian

Sumber: turnbackhoax.id

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *