Connect with us

Internasional

Hasil Penelitian Virus Corona Sengaja Dibuat Untuk Senjata Biologis, Bocor ?

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com- Seluruh dunia termasuk Indonesia  dikejutkan dengan virus Corona atau virus SARS yang dibuat dengan sengaja oleh ilmuan China. Virus ini dikenal sangat mematikan dan belum diketemukan obatnya.

Hal tersebut diketahui setelah Ilmuan dari Rusia dan anggota RAMN Sergey Kolesnikov melakukan penelitian virus yang mewabah akhir-akhir ini.

Dari hasil penelitian itu diketemukan bahwa virus ini memang sengaja dibuat di sebuah laboratorium China yang sengaja dipersiapkan untuk senjata biologis. Virus Corona atau SARS ini adalah campuran dari virus campak dan gondong. Ini merupakan suatu kombinasi yang tidak mungkin terdeteksi oleh alam.

Dokter terhormat dari Federasi Rusia, Kepala Departemen Epidemiologi Nikolai Filatov juga mengkonfirmasi ketidakmungkinan  virus SARS ini adalah alami.

Sedikit berkisah pada dua tahun lalu sebelum virus ini mewabah hingga menewaskan sebanyak 26 orang dan 830 orang lainnya terjangkit. Data ini diperoleh per 24 Januari 2020, kemarin. Pada saat laboratorium ini didirikan di Kota Wuhan, dimana kota tersebut tempat wabah virus corona ditemukan pertama kali, para ilmuan sudah memprediksi bakal terjadi hal demikian.

Seorang konsultan biosafety Maryland, mengatakan dia khawatir pada budaya China yang dapat membuat institut itu tidak aman, di mana setiap orang merasa bebas untuk berbicara dan berprinsip keterbukaan informasi adalah penting.

Namun, ilmuwan lain membantah adanya kebocoran virus dari lab itu. “Pada titik ini tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa fasilitas itu ada hubungannya dengan wabah,” kata ahli mikrobiologi Rutgers University, Dr Richard Ebright.

Wuhan adalah rumah bagi BIO LAKE, pangkalan industri terbesar untuk bio-inovasi dan produksi obat eksperimental.

Perusahaan-perusahaan  Bio Farmacy Wuhan yang berjumlah 500 pabrik dengan 8 pabrik terbesar inilah yang membuat penduduk kota Wuhan dituduh membocorkan senjata biologis dan menginfeksi penduduk.

Laboratorium itu didirikan dengan harapan dapat membantu China berkontribusi dalam penelitian virus-virus paling berbahaya di dunia.

Lab itu terletak sekitar 20 mil dari Huanan Seafood Market yang diduga sebagai pusat penularan virus corona. Peneliti meyakini virus bermutasi dan menular ke manusia melalui kontak hewan-manusia di pasar itu, seperti disebutkan Metro Uk.

Itu adalah laboratorium pertama di China yang dirancang untuk memenuhi standar biosafetey-level-4 (BSL-4), tingkat biohazard tertinggi, yang artinya akan memenuhi syarat untuk menangani patogen paling berbahaya.

Laboratorium BSL-4 dilengkapi fitur dan lab yang dapat memenjarakan virus dan bakteri dan ditransmisikan melalui udara ke kotak tertutup yang dijangkau para ilmuwan dengan sarung tangan bermutu tinggi dan dengan pakaian pelindung seperti jas Hazmat (Hazard Material).

Di dunia, terdapat r 54 laboratorium BSL-4, dan Wuhan National Biosafety Laboratory sudah memenuhi standar pada Januari 2017.

Pada awal operasionalnya, Wuhan National Biosafety Laboratory mengambil proyek yang hanya memerlukan pencegahan BSL-3 yakni virus tickborne yang menyebabkan demam berdarah Krimea-Kongo. Demam berdarah itu adalah penyakit yang sangat fatal, membunuh 10 hingga 40 persen dari yang terinfeksi.

SARS juga merupakan virus BSL-3. Direktur laboratorium, Yuan Zhimin, dari Wuhan National Biosafety Laboratory,  berencana untuk mempelajari virus SARS.

“Pada Januari 2018, lab itu melaksanakan percobaan global pada patogen BSL-4,’ tulis Guizhen Wu dalam jurnal Biosafety and Health.[pit]

Source

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *