Connect with us

Pemerintahan

Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Wapres Ungkap 3 Solusi Strategis Pemerintah

Published

on

Jakarta, Kabarpolitik.com – Pemerintah sedang gencar melakukan upaya pemulihan ekonomi nasional seiring dengan menurunnya kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Dalam upaya tersebut, tidak bisa dipungkiri dampak pandemi Covid-19 yang telah berjalan lebih dari dua tahun mempengaruhi psikologis pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan untuk melakukan kegiatan ekonomi. Untuk itu, pemerintah telah melakukan 3 solusi strategis dalam memperkuat kepercayaan diri bagi para pelaku ekonomi sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Dalam hal ini sekurang-kurangnya ada 3 hal yang sedang dilakukan atau sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi ini dalam memperkuat kepercayaan diri bagi pelaku ekonomi,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menjawab pertanyaan dalam wawancara Economic Challenges spesial ramadan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) 2022 melalui konferensi video di Jakarta, Sabtu, (02/04/2022).

Lebih jauh Wapres menguraikan 3 solusi tersebut. Pertama, mendorong investasi bagi dunia usaha.

“Disrupsi yang terjadi selama pandemi mengharuskan dunia usaha itu melakukan berbagai penyesuaian pascapandemi, yaitu dengan melakukan realokasi tenaga kerja melalui penataan bisnisnya, realokasi modal, yaitu untuk mengembalikan proses produksinya ke level sebelum pandemi, serta meningkatkan investasi dan produktivitasnya,” jelasnya.

Untuk melakukan penyesuaian pascapandemi, Wapres menggarisbawahi, hambatan pelaku ekonomi adalah modal, untuk itu pemerintah mendorong lembaga keuangan untuk terus menyalurkan kredit, terutama kepada sektor-sektor prioritas seperti sektor pariwisata dan UMKM.

Advertisement

Selain itu, menurut Wapres untuk mendorong dunia usaha untuk mempercepat pemanfaatan teknologi digital, dapat dilakukan dengan cara digitalisasi.

“Di dalam hal ini pemerintah juga memfasilitasi jutaan UMKM untuk mengaplikasikan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi mereka,” ungkapnya.

Solusi kedua, Wapres yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat IAEI menuturkan bahwa pemerintah juga terus mendorong peningkatan konsumsi masyarakat melalui berbagai upaya, antara lain dengan melakukan refokusing anggaran dan perpanjangan insentif perpajakan yang digunakan untuk membantu daya beli masyarakat dan merelaksasi pembiayaan usaha.

“Pemberian insentif terbatas terhadap pajak penjualan kendaraan dan properti juga melalui pajak yang Ditanggung oleh Pemerintah (DTP),” tuturnya.

Selain itu, pemerintah memfasilitasi perpanjangan restrukturisasi pembiayaan. Menurut Wapres hal tersebut dilakukan untuk memberikan relaksasi bagi para pelaku ekonomi untuk mempertahankan konsumsinya.

Advertisement

“Direstrukturisasi sampai dengan April 2023 sehingga ada kelonggaran-kelonggaran bagi para pelaku usaha, terutama pelaku usaha UMKM,” terangnya.

Untuk menjaga agar daya beli masyarakat tidak turun, Wapres mengungkapkan, pemerintah juga setiap tahun memberikan tambahan alokasi anggaran untuk perlindungan sosial.

“Stagnan akibat pandemi, sehingga [agar] tidak ada daya beli masyarakat turun maka dibantu diperbesarlah semacam bansos, itu perlindungan sosial itu,” jelasnya.

Begitu juga dalam soal wisata, Wapres mencatat, pemerintah mendorong ekowisata untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata karena merupakan salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi.

Sebagai solusi ketiga, pemerintah mendorong inklusi dan literasi digital. Wapres melihat, kondisi pada saat ini banyak hal yang serba digital, harus dilakukan melalui jarak jauh, karena tidak memungkinkan untuk bertatap muka, oleh karena itu diperlukan digitalisasi.

Advertisement

“Literasi digital harus terus ditingkatkan untuk semua kelompok masyarakat baik di perkotaan bahkan juga di pedesaan, sehingga aktivitas ekonomi baik investasi, produksi, maupun konsumsi, dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

“Penjualan, atau kegiatan secara online melalui marketplace itu dikembangkan, ya platform-platform itu kita dorong supaya mereka mengambil peran dalam rangka melakukan pemasaran atau penjualan terhadap produk-produk masyarakat yang tidak mungkin bisa dijual secara tatap muka,” pungkasnya. (NAR/SK-BPMI, Setwapres)

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...