Pemerintahan
Beri Pembekalan Peserta Didik Lemhannas, Wapres Dorong Birokrasi Gesit, Kolaboratif, dan Berbasis Digital
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lemhannas RI Tahun 2026 di Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (03/06/2026).
Pembekalan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta peserta mancanegara yang tengah mengikuti program pendidikan kepemimpinan nasional Lemhannas RI.
Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia kepemimpinan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam pembekalannya, Wapres menekankan pentingnya membangun birokrasi yang lebih gesit dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu meninggalkan pola kerja yang berbelit-belit agar pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Instansi pemerintah itu harus lebih gesit, jangan apa-apa dibuat ribet, lebih bisa sering berkolaborasi antarsektor. Ini jangan ada lagi ego sektoral,” tegas Wapres.
Lebih lanjut, Wapres menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menilai berbagai tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antarkementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Wapres, budaya kerja yang kolaboratif akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan publik sekaligus memastikan program-program pemerintah dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Selain membangun birokrasi yang gesit dan kolaboratif, Wapres menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, dapat membantu memangkas berbagai hambatan birokrasi sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.
“Kuncinya adalah digitalisasi untuk memangkas birokrasi yang ribet, pungli, premanisme. Sekarang sudah ada OSS, e-katalog, GovTech walau masih perlu ada perbaikan, namun ini sudah ke sana dan digitalisasi ini penting sekali,” ujar Wapres.
Wapres menambahkan bahwa berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan pemerintah perlu terus diperkuat agar mampu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wapres juga mengajak para peserta Lemhannas untuk terus memperkuat kapasitas kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan zaman, sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Mengakhiri pembekalannya, Wapres menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta serta berharap para calon pemimpin nasional tersebut dapat terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily, Wakil Gubernur Lemhannas RI Erwin S. Aldedharma, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus Teguh Budi Harjanto.
Jakarta, 3 Juni 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden


