Connect with us

Politik

Abidin Fikri Minta Kementerian Haji dan Umrah Buka Data di Balik Masa Tunggu Haji 14 Tahun

Published

on

Abidin Fikri Minta Kemenhaj Buka Data di Balik Masa Tunggu Haji 14 Tahun

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan penjelasan resmi mengenai klaim penurunan masa tunggu keberangkatan jemaah haji dari rata-rata 26 tahun menjadi sekitar 14 tahun. Menurutnya, perubahan tersebut perlu disertai keterbukaan mengenai data dan metode penghitungan agar dapat dipahami serta dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Menurut saya keterangan itu merupakan hal yang menggembirakan karena masa antrean turun dari 26 tahun menjadi 14 tahun. Namun, kami di DPR secara resmi belum menerima keterangan tersebut dalam rapat Komisi VIII. Itu baru merupakan keterangan yang diberikan oleh Kementerian Haji sebagai pernyataan di media sosial dan surat kabar,” ujar Abidin kepada Parlementaria saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027/1448 H di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Sebelumnya, Kemenhaj menyampaikan bahwa masa tunggu faktual jemaah haji Indonesia kini berada di kisaran 14 tahun setelah dilakukan evaluasi dan pemutakhiran data. Dari sekitar 5,7 juta data jemaah yang terakumulasi, pemerintah menyebut menemukan sekitar 400 ribu data yang dinilai tidak valid. Data tersebut kemudian diverifikasi dan dibersihkan sebelum dilakukan penghitungan ulang daftar tunggu.

Abidin menilai proses pemutakhiran tersebut perlu dijelaskan secara rinci kepada Komisi VIII DPR RI. Pemerintah, menurutnya, perlu memaparkan jumlah data yang dinyatakan tidak valid, kategori data tersebut, proses verifikasi, hingga pengaruhnya terhadap penghitungan masa tunggu keberangkatan jemaah.

“Untuk lebih detailnya, saya kira Kementerian Haji perlu segera memberikan keterangan secara resmi kepada Komisi VIII DPR RI. Kami akan meminta penjelasan mengenai apa yang dilakukan sehingga muncul keterangan tersebut. Apakah benar jumlah datanya 400 ribu, kurang atau lebih, serta bagaimana cara menentukannya agar lebih jelas,” tegasnya.

Advertisement

Ia menambahkan, perbedaan antara daftar tunggu secara administratif dan kondisi faktual jemaah juga perlu dijelaskan secara transparan. Hal tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai perubahan masa tunggu, mengingat daftar tunggu menjadi salah satu informasi utama bagi calon jemaah dalam memperkirakan waktu keberangkatan.

Menurut Abidin, akurasi dan validitas data merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemutakhiran data tidak hanya menyangkut jemaah yang telah meninggal dunia atau tidak lagi diketahui keberadaannya, tetapi juga harus memastikan status setiap calon jemaah tercatat secara akurat serta mencegah terjadinya data ganda.

“Jangan sampai kebijakan itu hanya menjadi kebijakan reaktif dan tidak direncanakan secara baik. Mudah-mudahan Kementerian Haji dan Umrah dalam masa sidang berikutnya akan memberikan keterangan resmi kepada Komisi VIII DPR RI,” pungkas Abidin.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Abidin, akan meminta klarifikasi pemerintah dalam rapat berikutnya guna memperoleh gambaran utuh mengenai proses validasi dan pemutakhiran data jemaah, dasar penghitungan masa tunggu 14 tahun, serta implikasinya terhadap calon jemaah haji yang telah terdaftar dalam daftar tunggu.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komisi IX dan Pemerintah Sepakati RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna Komisi IX dan Pemerintah Sepakati RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna
Politik1 menit ago

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna

Komisi IX DPR RI bersama pemerintah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam...

Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi
Politik2 menit ago

Syarif Fasha: Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi

Anggota BURT DPR RI Syarif Fasha menyoroti masih rendahnya jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) yang dinilai belum...

Perizinan Berbelit Hambat Investasi, Evita Nursanty Usulkan Sistem Satu Pintu Perizinan Berbelit Hambat Investasi, Evita Nursanty Usulkan Sistem Satu Pintu
Politik3 menit ago

Evita Nursanty Usulkan Sistem Satu Pintu

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong penyelesaian tumpang tindih regulasi tata ruang, pertanahan, dan rumitnya birokrasi perizinan...

Disetujui di Tingkat I, RUU SDI Siap Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data Disetujui di Tingkat I, RUU SDI Siap Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data
Politik4 menit ago

RUU SDI Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Martin Manurung mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik DPR RI maupun pemerintah, yang...

Meitri Dorong Pengembangan Riset Bidang Hukum Internasional untuk Perkuat Diplomasi Parlemen Meitri Dorong Pengembangan Riset Bidang Hukum Internasional untuk Perkuat Diplomasi Parlemen
Politik5 menit ago

Meitri Citra Wardani Dorong Pengembangan Riset Bidang Hukum Internasional untuk Perkuat Diplomasi Parlemen

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendorong Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (FH UMT) mengembangkan...

Bukan Sekadar Tanggap Darurat, BAM Minta Mitigasi Bencana Kebumen Diperkuat Bukan Sekadar Tanggap Darurat, BAM Minta Mitigasi Bencana Kebumen Diperkuat
Politik6 menit ago

Bukan Sekadar Tanggap Darurat, Taufiq R Abdullah Minta Mitigasi Bencana Kebumen Diperkuat

Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Taufiq R. Abdullah menekankan bahwa penanganan kebencanaan tidak boleh berhenti pada tahap...

Herry Dermawan Minta MPA Diperkuat untuk Deteksi Dini Karhutla Herry Dermawan Minta MPA Diperkuat untuk Deteksi Dini Karhutla
Politik2 jam ago

Herry Dermawan Minta Masyarakat Peduli Api Diperkuat untuk Deteksi Dini Karhutla

Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan menilai Masyarakat Peduli Api (MPA) memiliki peran penting dalam mendeteksi kebakaran hutan dan...

PTS Harus Dapat Porsi Perhatian yang Sama dalam Kebijakan Kuliah Gratis PTS Harus Dapat Porsi Perhatian yang Sama dalam Kebijakan Kuliah Gratis
Politik2 jam ago

Lalu Hadrian Irfani: PTS Harus Dapat Porsi Perhatian yang Sama dalam Kebijakan Kuliah Gratis

Komisi X DPR RI mendorong pemerintah memberikan perhatian dan dukungan yang setara kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah rencana...

Furtasan Wanti-wanti Konsentrasi Mahasiswa Baru Ancam Keberlangsungan PTS Furtasan Wanti-wanti Konsentrasi Mahasiswa Baru Ancam Keberlangsungan PTS
Politik2 jam ago

Furtasan Ali Yusuf Wanti-wanti Konsentrasi Mahasiswa Baru Ancam Keberlangsungan PTS

Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menyoroti persaingan antarperguruan tinggi swasta (PTS) dalam penerimaan mahasiswa baru melalui Seleksi...

Aturan Daya Tampung PTN Harus Diterapkan Secara Adil Aturan Daya Tampung PTN Harus Diterapkan Secara Adil
Politik2 jam ago

Himmatul Aliyah: Aturan Daya Tampung PTN Harus Diterapkan Secara Adil

Komisi X DPR RI menyoroti persoalan pemenuhan daya tampung mahasiswa dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), khususnya terkait perbedaan...