Connect with us

Politik

Abidin Fikri Dorong Kepastian Standar Layanan Bimbingan KBIHU

Published

on

Komisi VIII Dorong Kepastian Standar Layanan Bimbingan KBIHU

Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Haji dan Umrah menyusun standardisasi layanan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), khususnya terkait kebutuhan dan pelaksanaan manasik haji. Standardisasi dinilai penting untuk memastikan calon jemaah memperoleh bimbingan ibadah yang terarah sekaligus mencegah pembiayaan tambahan yang berpotensi memberatkan jemaah.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mengatakan KBIHU memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan kepada calon jemaah, terutama dalam mempersiapkan pelaksanaan rangkaian ibadah haji. Karena itu, diperlukan ketentuan yang jelas dari Kementerian Haji dan Umrah mengenai kebutuhan manasik sebagai acuan penyelenggaraan bimbingan di berbagai daerah.

“KBIHU sebagai kelompok bimbingan ibadah haji yang membimbing calon jemaah haji dalam hal ibadahnya perlu mendapatkan perhatian. Perlu kiranya Kementerian Haji dan Umrah memberikan ketentuan berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan manasik,” ujar Abidin kepada Parlementaria saat kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027/1448 H di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Abidin, standardisasi diperlukan agar pelaksanaan bimbingan manasik di setiap daerah memiliki acuan yang sama dan jelas. Dengan demikian, kebutuhan layanan bimbingan dapat disesuaikan dengan ketentuan pemerintah serta mencegah adanya perbedaan layanan dan pembiayaan yang berpotensi membebani calon jemaah.

“Saya kira perlu distandardisasi di setiap daerah dengan ketentuan yang jelas. Jangan sampai memberatkan calon jemaah,” tegasnya.

Advertisement

Senada, Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan menyoroti perlunya pengaturan yang lebih jelas terhadap pelaksanaan manasik mandiri oleh KBIHU, termasuk mengenai pembiayaan yang dikenakan kepada jemaah. Menurutnya, KBIHU telah memiliki landasan hukum sebagai kelompok pembimbing jemaah, termasuk dalam pelaksanaan manasik mandiri dengan pembiayaan tertentu.

“Sudah diatur dalam undang-undang bahwa memang ada peraturan KBIHU sebagai pembimbing jemaah yang juga melakukan manasik mandiri, melatih jemaah dengan biaya tertentu. Tadi kita juga sampaikan bahwa biaya yang dikenakan kepada jemaah itu tidak memberatkan jemaah,” ujar Wulan.

Atas dasar itu, Wulan menilai perlu ditetapkan batasan atau plafon biaya untuk pelaksanaan manasik mandiri yang dikelola KBIHU. Pengaturan tersebut diperlukan agar jemaah tetap memperoleh layanan bimbingan yang dibutuhkan tanpa menanggung biaya berlebihan, sementara pemerintah tetap menyediakan layanan manasik sebagai bagian dari penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita juga memberikan manasik-manasik kepada jemaah dan juga mungkin ada manasik mandiri yang dikelola oleh KBIHU. Diharapkan bahwa manasik mandiri ini dengan pembiayaan tidak memberatkan jemaah,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan, Tim Pengawas Haji DPR RI Tahun 1447 H/2026 M telah merumuskan sejumlah rekomendasi tindak lanjut, salah satunya mendorong pembinaan dan pengawasan terhadap KBIHU. Rekomendasi tersebut juga mencakup pemberian sanksi tegas apabila ditemukan praktik komersialisasi dan komoditifikasi terhadap jemaah melalui berbagai modus.

Advertisement

Komisi VIII DPR RI berharap Kementerian Haji dan Umrah menindaklanjuti rekomendasi tersebut melalui penyusunan ketentuan yang memberikan kepastian mengenai standar layanan, kebutuhan, dan pembiayaan bimbingan ibadah haji bagi calon jemaah.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komisi IX dan Pemerintah Sepakati RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna Komisi IX dan Pemerintah Sepakati RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna
Politik1 menit ago

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna

Komisi IX DPR RI bersama pemerintah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam...

Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi
Politik2 menit ago

Syarif Fasha: Bandara Internasional Yogyakarta Perlu Tambah Rute dan Permudah Akses Moda Transportasi

Anggota BURT DPR RI Syarif Fasha menyoroti masih rendahnya jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) yang dinilai belum...

Perizinan Berbelit Hambat Investasi, Evita Nursanty Usulkan Sistem Satu Pintu Perizinan Berbelit Hambat Investasi, Evita Nursanty Usulkan Sistem Satu Pintu
Politik3 menit ago

Evita Nursanty Usulkan Sistem Satu Pintu

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong penyelesaian tumpang tindih regulasi tata ruang, pertanahan, dan rumitnya birokrasi perizinan...

Disetujui di Tingkat I, RUU SDI Siap Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data Disetujui di Tingkat I, RUU SDI Siap Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data
Politik4 menit ago

RUU SDI Dibawa ke Paripurna Tekankan Bagi-Pakai Data

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Martin Manurung mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik DPR RI maupun pemerintah, yang...

Meitri Dorong Pengembangan Riset Bidang Hukum Internasional untuk Perkuat Diplomasi Parlemen Meitri Dorong Pengembangan Riset Bidang Hukum Internasional untuk Perkuat Diplomasi Parlemen
Politik5 menit ago

Meitri Citra Wardani Dorong Pengembangan Riset Bidang Hukum Internasional untuk Perkuat Diplomasi Parlemen

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendorong Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (FH UMT) mengembangkan...

Bukan Sekadar Tanggap Darurat, BAM Minta Mitigasi Bencana Kebumen Diperkuat Bukan Sekadar Tanggap Darurat, BAM Minta Mitigasi Bencana Kebumen Diperkuat
Politik6 menit ago

Bukan Sekadar Tanggap Darurat, Taufiq R Abdullah Minta Mitigasi Bencana Kebumen Diperkuat

Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Taufiq R. Abdullah menekankan bahwa penanganan kebencanaan tidak boleh berhenti pada tahap...

Herry Dermawan Minta MPA Diperkuat untuk Deteksi Dini Karhutla Herry Dermawan Minta MPA Diperkuat untuk Deteksi Dini Karhutla
Politik2 jam ago

Herry Dermawan Minta Masyarakat Peduli Api Diperkuat untuk Deteksi Dini Karhutla

Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan menilai Masyarakat Peduli Api (MPA) memiliki peran penting dalam mendeteksi kebakaran hutan dan...

PTS Harus Dapat Porsi Perhatian yang Sama dalam Kebijakan Kuliah Gratis PTS Harus Dapat Porsi Perhatian yang Sama dalam Kebijakan Kuliah Gratis
Politik2 jam ago

Lalu Hadrian Irfani: PTS Harus Dapat Porsi Perhatian yang Sama dalam Kebijakan Kuliah Gratis

Komisi X DPR RI mendorong pemerintah memberikan perhatian dan dukungan yang setara kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah rencana...

Furtasan Wanti-wanti Konsentrasi Mahasiswa Baru Ancam Keberlangsungan PTS Furtasan Wanti-wanti Konsentrasi Mahasiswa Baru Ancam Keberlangsungan PTS
Politik2 jam ago

Furtasan Ali Yusuf Wanti-wanti Konsentrasi Mahasiswa Baru Ancam Keberlangsungan PTS

Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menyoroti persaingan antarperguruan tinggi swasta (PTS) dalam penerimaan mahasiswa baru melalui Seleksi...

Aturan Daya Tampung PTN Harus Diterapkan Secara Adil Aturan Daya Tampung PTN Harus Diterapkan Secara Adil
Politik2 jam ago

Himmatul Aliyah: Aturan Daya Tampung PTN Harus Diterapkan Secara Adil

Komisi X DPR RI menyoroti persoalan pemenuhan daya tampung mahasiswa dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), khususnya terkait perbedaan...