Politik
PKB Award 2026 Berhadiah Rp1 Miliar, Apresiasi Karya Santri di Bidang Literasi hingga Digital
Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid, yang akrab disapa Cak Udin, mengatakan PKB Award 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap santri yang terus berkarya, menjaga tradisi keilmuan Islam, mengembangkan teknologi digital, hingga menyebarkan nilai-nilai keislaman melalui seni dan budaya.
“PKB Award ini merupakan wujud kepedulian dan kecintaan PKB kepada pesantren dan para santri. Kami ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang terus berkarya, baik dalam menjaga tradisi keilmuan melalui kitab kuning, mengembangkan teknologi digital, maupun berdakwah melalui seni sholawat,” ujar Cak Udin di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang. Karena itu, PKB ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi santri yang tidak hanya tekun mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam PKB Award 2026, penghargaan akan diberikan kepada para santri dan pesantren melalui sejumlah bidang apresiasi, meliputi Literasi Pesantren, Teknologi dan Digital, serta Sholawat Idol.
Bidang Literasi Pesantren ditujukan bagi santri yang menghasilkan karya intelektual berupa kitab kuning. Penghargaan ini diharapkan mendorong lahirnya penulis dan ulama muda yang terus memperkaya khazanah keilmuan Islam serta menjaga tradisi intelektual pesantren.
Bidang Teknologi dan Digital menyasar pesantren yang aktif memanfaatkan teknologi digital, pegiat media homeless berbasis santri dan Islam, serta karya teknologi tepat guna. Apresiasi ini diberikan untuk mendorong pesantren dan santri semakin kreatif memanfaatkan ruang digital sebagai sarana edukasi, dakwah, dan penyebaran informasi positif.
Sementara itu, Sholawat Idol menjadi bentuk penghargaan bagi santri yang memiliki bakat dan kreativitas dalam seni sholawat. Melalui bidang ini, PKB ingin mendorong generasi muda untuk merawat tradisi sholawat, melestarikan seni religi, serta menjadikan musik dan lantunan sholawat sebagai media dakwah yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saat ini kami sedang melakukan proses seleksi terhadap pesantren-pesantren yang melek digital, santri-santri yang memiliki karya kitab, para pegiat media homeless, serta karya teknologi tepat guna. Kami juga ingin memberikan ruang bagi talenta-talenta santri di bidang sholawat. Mereka semua punya peran dan posisi penting bagi masa depan pesantren dan masa depan NU,” kata Cak Udin.
Ia menegaskan, peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk mengapresiasi karya nyata, membuka ruang kreativitas, dan memperkuat kontribusi pesantren dalam menjawab tantangan zaman.
Menurut Cak Udin, tradisi keilmuan pesantren, kemajuan teknologi, dan seni religi dapat berjalan beriringan. Santri bisa tetap menjaga warisan keilmuan Islam sekaligus menjadi inovator digital, kreator media, dan penggerak dakwah melalui seni sholawat.
Puncak PKB Award 2026 akan digelar dalam rangkaian peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2026. Para finalis akan diundang ke Jakarta, dan penghargaan direncanakan diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin.
Melalui PKB Award 2026, PKB berharap semakin banyak santri dan pesantren yang termotivasi untuk melahirkan karya bermutu, mengembangkan inovasi, serta merawat tradisi dan nilai-nilai keislaman sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.


