Jabodetabek
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Anak Muda Bogor Soroti Peluang Ekonomi Kreatif
Pengembangan ekonomi kreatif dan kemandirian ekonomi generasi muda menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam refleksi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah tantangan mencari pekerjaan formal, anak muda dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan usaha melalui kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi antarpelaku usaha.
Isu tersebut dibahas dalam diskusi publik bertajuk “Anak Muda Punya Karya, Punya Cuan” yang digelar wadah pemuda PARAMUDAMUDI di SEA Space Coffee, kawasan Sempur, Kota Bogor, Kamis (22/10/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi Z dan milenial untuk membahas peluang ekonomi kreatif sekaligus mengaitkannya dengan agenda Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pengembangan potensi generasi muda.
Koordinator PARAMUDAMUDI, Emir Zabidi, mengatakan, anak muda di Kota Bogor memiliki potensi untuk menghasilkan karya yang bernilai ekonomi. Namun, potensi tersebut perlu didukung ruang kolaborasi dan kesempatan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kami ingin menyuarakan dan membuktikan bahwa anak muda itu penuh kreativitas dan punya karya yang nyata,” kata Emir.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan PARAMUDAMUDI terhadap agenda dua tahun pemerintahan Prabowo, khususnya dalam mendorong anak muda agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
Emir berharap, semakin banyak generasi muda yang berani mengubah gagasan kreatif menjadi produk atau jasa yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar.
Ekonomi kreatif sebagai peluang kemandirian
Dalam diskusi itu, moderator sekaligus pemateri, Grimaldi, menyoroti perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan persaingan yang semakin ketat.
Menurut Grimaldi, generasi muda perlu memperkuat keterampilan, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghasilkan karya orisinal agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang.
“Kita tidak bisa lagi hanya menunggu peluang datang, melainkan harus menciptakan peluang itu sendiri,” ujar Grimaldi.
Ia menjelaskan, ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu jalur untuk membangun kemandirian ekonomi karena memungkinkan ide dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai jual.
Meski demikian, upaya tersebut perlu disertai perencanaan, konsistensi, dan kemauan untuk terus meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
Grimaldi juga mengingatkan anak muda agar tidak menjadikan kegagalan awal sebagai penghalang untuk memulai usaha. Evaluasi dan pembelajaran, menurut dia, merupakan bagian dari proses membangun bisnis yang berkelanjutan.
Dorong anak muda memulai usaha dari skala kecil
Sementara itu, pemilik bisnis pakaian bekas asal Bogor, Hilmi Aziz Tanjung, membagikan pengalaman mengenai langkah awal membangun usaha dengan modal terbatas.
Ia mengatakan, calon pelaku usaha tidak harus menunggu modal besar atau konsep bisnis yang sempurna untuk mulai menjalankan gagasan.
“Memulai bisnis kreatif tidak harus menunggu modal besar atau menunggu konsepnya sempurna 100 persen,” kata Hilmi.
Menurut dia, anak muda dapat memulai dengan mengenali kemampuan diri, mengamati kebutuhan masyarakat, kemudian menawarkan produk atau jasa yang relevan.
Pemanfaatan platform digital juga dinilai penting untuk memperkenalkan produk, membangun portofolio, dan memperluas jangkauan konsumen. Selain itu, masukan dari pelanggan maupun sesama pelaku usaha dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk.
Melalui forum tersebut, PARAMUDAMUDI berharap pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi bagi generasi muda di daerah.
Diskusi ini juga diharapkan mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi antarpelaku usaha kreatif di Kota Bogor, sejalan dengan agenda kemandirian ekonomi yang menjadi salah satu fokus Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto.


